RADAR JOGJA - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja melakukan sterilisasi terhadap hewan-hewan liar. Terutama terhadap kucing atau anjing liar tanpa pemilik yang berkeliaran di tengah-tengah permukiman warga.
Sterilisasi sebagai upaya penanggulangan penyakit zoonosis pada kucing tidak berpemilik yang ada di pasar maupun bangunan atau gedung yang berada di lingkungan Pemerintah Kota Jogja. Kegiatan ini diharapkan dapat mencegah penyakit zoonosis sekaligus menjaga kesejahteraan hewan dari virus rabies.
Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan DPP Kota Jogja Sri Panggarti mengatakan, penyakit zoonosis ini disebabkan oleh adanya virus. Penyakit zoonosis dapat berpindah dari hewan ke manusia maupun sebaliknya. Sterilisasi ini sangat penting berkaitan dengan pencegahan penyakit zoonosis dan menjaga kesejahteraan hewan salah satunya pada kucing. “Selain itu juga sebagai upaya menekan adanya potensi penyakit yang menular seperti rabies,” ujarnya, Selasa (20/2).
Sterilisasi sudah dimulai sejak Kamis (1/2) dengan pengambilan atau menangkap kucing di beberapa titik lokasi. Misalnya seperti Pasar Aneka Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY), Pasar Beringharjo, Pasar Giwangan dan di Balaikota Jogja. Kemudian dilakukan sterilisasi di Poliklinik Hewan Kota Jogja.
Setelah dilakukan sterilisasi kucing akan dilepas kembali setelah benar-benar sehat. Panggarti menambahkan, biaya sterilisasi ditanggung oleh APBD Kota Jogja. Selain itu, DPP Kota Jogja juga bekerja sama dengan komunitas Animal Friends Jogja (AFJ). “Harapannnya tidak ada warga yang memasang racun untuk hewan karena itu melanggar prinsip-prinsip kesejahteraan hewan,”imbuhnya.
Medik Veteriner Pertama Bidang Perikanan dan Kehewanan DPP Kota Jogja Imam Abror mengungkapkan, untuk saat ini sterilisasi sementara dilakukan pada kucing liar. Menurutnya, hewan lain seperti anjing jalanan di Kota Jogja sudah sangat berkurang bahkan tidak ditemui. Oleh karena itu, dirasa masih belum diperlukan kegiatan sterilisasi pada anjing.
Dia berharap, populasi dan penyakit zoonosis bisa terkendali walaupun hingga saat ini belum ditemui kasusnya. “Saya berharap, kegiatan sterilisasi ini sebagai bentuk pengendalian populasi kucing liar dan sebagai upaya pencegahan penyakit rabies,” ungkapnya. Sterilisasi dilakukan dengan menyuntikkan vaksin rabies kepada hewan yang menerimanya setelah sebelumnya dicek suhu badannya. (rul/din)