Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Puluhan Ribu APK Di Kota Jogja Mulai Dicopot, Nantinya Sampah APK Akan Diolah

Agung Dwi Prakoso • Minggu, 11 Februari 2024 | 21:38 WIB

IProses pembersihan APK Di Kota Jogja oleh Satpol PP dan Stakeholder terkait, Minggu (11/2/2024).
IProses pembersihan APK Di Kota Jogja oleh Satpol PP dan Stakeholder terkait, Minggu (11/2/2024).
RADAR JOGJA - Pemilu 2024 telah memasuki tahapan masa tenang. Dalam masa tenang, giat pencopotan APK (Alat Peraga Kampanye) mulai diberlakukan di Kota Jogja.

Total terdapat kurang lebih 10.000 APK di seluruh Kota Jogja yang wajib dilepas.

Sampah APK tersebut kemungkinan akan diolah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja untuk jadikan bahan bakar atau kerajinan.

"Giat sterilisasi APK di masa tenang ini leading sektor nya adalah KPU, jadi KPU berkolaborasi dengan Bawaslu, Satpol PP terkait dan pihak LO Parpol yang bersangkutan dalam giat ini," ujar Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Jogja, Jantan Putra Bangsa kepada Radar Jogja, Minggu (11/2/2024).

Dalam melakukan pembersihan APK, Bawaslu dan KPU Kota Jogja bertindak sebagai pengawas.

Giat tersebut dimulai Minggu (11/2/2023) dini hari pukul 00.01 WIB.

"Tadi malam kita mulai disekitaran Jalan sekitar Balai Kota, Amongrogo, Mako Brimob dan Jalan sekitar Happy Land," tuturnya.

Selanjutnya, pukul 08.00 WIB dilakukan pembersihan APK serentak di 14 Kemantren se Kota Jogja.

Data keseluruhan APK yang akan dibersihkan di Kota Jogja kurang lebih 10.000 APK.

"Itu baru baliho dan banner, belum terhitung bendera nya," jelasnya.

"Data tersebut belum pasti karena APK itu data berjalan jadi akan update terus menerus," imbuhnya.

Berbarengan dengan itu, partisipan partai politik yang taat juga telah bergerak untuk melakukan pencopotan APK nya.

Hal tersebut memang telah disosialisasikan oleh KPU kepada para Partisipan partai sebelumnya.

"Jadi tadi malam kita gerak, beberapa partisipan partai juga berpapasan mereka mencopot APK nya sendiri," tandasnya.

Sebelumnya, pada Kamis (8/2/2024) KPU DIY menyelenggarakan pertemuan yang melibatkan KPU, Bawaslu, dan perwakilan Partai Politik SE DIY.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk meminta komitmen bersama untuk mencopot APK secara mandiri.

"Jika memang tidak ada pencopotan sendiri, mereka juga diminta kesepakatan bahwa Bawaslu akan melakukan pencopotan dengan Satpol PP," ujarnya.

"Target kami semua selesai itu tanggal 13 Februari. Semoga bisa," imbuhnya.

Jantan menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Jogja perihal penanganan sampah APK yang menumpuk.

Info yang didapat kemungkinan sampah tersebut akan diolah kembali.

"Jadi hasil diskusinya ada dua kemungkinan untuk pengolahan sampah itu, pertama di rajang untuk menjadi bahan bakar dan yang kedua untuk kerajinan," jelasnya.

"Karena ada beberapa tempat yang mau menerima sampah tersebut untuk dijadikan kerajinan," imbuhnya.

Secara teknis memang belum dibahas, lanjut Jantan, kemungkinan skenario pengolahan gambaranya seperti itu.

Nanti pastinya proses pemusnahan akan didiskusikan kembali oleh Bawaslu dan Stakeholder terkait.

"Selama belum ada solusi lain, APK masih kita simpan di gudang sampai nanti selesai Pemilu," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Kota Jogjakarta, Dodi Kurnianto menambahkan alasan Satpol PP bergerak mulai pagi buta karena waktu yang sudah mepet.

Dengan waktu hanya tiga hari, Satpol PP harus memaksimalkan proses pembersihan APK yang sangat banyak.

"Kita dengan kekuatan besar dengan teman-teman Kemantren akan melakukan penciptaan dengan pola yang sudah disepakati," jelasnya.

Pencopotan di Jalan Protokol diampu oleh Mako Satpol PP Kota Jogja.

Sedangkan di jalan kecil di ampu oleh Satpol PP yang di Kemantren.

"Dua armada Truk dan beberapa pickup telah dipersiapkan untuk giat tersebut," imbuhnya.

TNI dan Polri juga dilibatkan dalam giat tersebut, mereka bertugas untuk menjaga situasi untuk pengamanan jika ada potensi tindak kriminal.

Dodi melaporkan dalam satu malam, hasil penertiban APK total mencapai 3 truck dan 2 mobil pickup penuh.

"Itu belum ditambah teman-teman Gondomanan dan Gondokusuman, disana totalnya 2 pickup," tambahnya.

 

Editor : Bahana.
#APK #Kota Jogja #Sampah #Sat Pol PP