Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waka SMAN 1 Depok, Sleman: Murid Banyak Karya, Tapi Kekayaan Intelektual Pelajar Belum Terlindungi

Gunawan RaJa • Kamis, 8 Februari 2024 | 22:10 WIB
SELAMAT - Dua anak kelas XII akuntansi masing-masing Alifah Noor Z dan Syrillus Singgih Ridho N bersama dengan Kepala SMKN 1 Wonosari, Moh Rokhis (tengah)
SELAMAT - Dua anak kelas XII akuntansi masing-masing Alifah Noor Z dan Syrillus Singgih Ridho N bersama dengan Kepala SMKN 1 Wonosari, Moh Rokhis (tengah)

JOGJA - Sekolah banyak melahirkan karya postif di level nasional. Lembaga pendidikan merasa perlu melindungi karya intelektual yang bersifat kreasi estetika tersebut.

Wakil Kepala (Waka) SMAN 1 Depok, Sleman, Eko Yulianto mengatakan hasil karya peserta didik sayang jika tidak dilindungi dengan baik.

"Apa lagi hasil karya orisinil anak," kata Eko Yulianto Kamis (8/2/2024).

Baca Juga: Korban Tantang Pelaku Lewat Instagram, Sepakat Bawa Gesper

Diakui, penerapan Kurikulum Merdeka sekolah wilayah perkotaan belakangan ketimbang Kabupaten Gunungkidul dan Kulonprogo. Bahkan Projec P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar) di SMAN 1 Depok baru memulai tahun pertama.

"Misalnya dari hasil penelitian anak menemuan atau membuat teknologi sederhana sehingga itu menjadi temuan baru dan bermanfaat itu bisa diHAKIkan (didaftarkan Hak Kekayaan Intelektual)," ujarnya.

Baca Juga: Suami Konfrontasi Istri dan Selingkuhan dalam Video Viral, Berakhir Dramatis dengan Tes DNA Anak!

Namun demikian, para guru juga harus melihat dan mencermati dengan baik, karena tidak semua hasil karya masuk dalam kriteria HAKI.

"Bagi kami hasil karya anak dibeli oleh konsumen itu sudah bentuk penghargaan. Sebagaimana lukisan dipamerkan pun juga wujud penghargaan," ucapnya.

Baca Juga: Video Viral, Tukang Parkir Misterius Keluar dari Mobil Polisi, Netizen Berspekulasi Intel atau Bukan?

Sementara itu, Guru pendamping SMKN 1 Wonosari Muhammad Darmawan hasil karya intelektual pelajar sangat perlu dilindungi.

"Karena banyak sekali karya-karya dari siswa SMKN 1 Wonosari yang potensial dan seyogyanya di HAKI kan," kata Muhammad Darmawan.

Saat masih kurikulum K13, SMK 1 Wonosari aktif dalam lomba karya ilmiah dan penelitian. Termasuk karya inovasi kewirausahaan FIKSI (Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa).

Baca Juga: Lebih Dua Puluh Ribu Penumpang Kereta Api Turun di Seluruh Stasiun Daop 6 Jogja sejak Jelang Libur Isra' Mi'raj dan Imlek

"Diantara hasil karya kami seperti mie tulang ikan tuna, prototipe penghambat gelombang tinggi," jelasnya.

Tapi mayoritas karya intelektual berhenti, seiring siswa sudah lulus. Seperti mie tulang ikan tuna, prototipe penghambat gelombang tinggi.

Baca Juga: Long Weekend, Okupansi Hotel di Sleman Optimistis Bisa Capai 70 Persen

"Namun ada juga yang termanfaatkan seperti Zea Mays Milling Equipment atau alat penggilingan jagung modern yg dimanfaatkan oleh warga Kapanewon Tepus," ungkapnya.

Apakah ada rencana mengurus HAKI, dia mengiyakan. Namun diakui dalam perjalannya ada kendala teknis dan prosedur pengajuan.

"Kami akan coba berkomunikasi dengan pihak terkait," ucapnya. (gun)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#pelajar #SMAN 1 Depok Sleman