Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Agar Demokrasi Benar-Benar Baik dan Beradab, Ini 4 Nilai Pernyataan Sikap UKDW Yogyakarta

Elang Kharisma Dewangga • Rabu, 7 Februari 2024 | 01:08 WIB
SATU KATA: Civitas akademika Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta menyatakan sikap terkait situasi politik dan Pemilu 2024.
SATU KATA: Civitas akademika Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta menyatakan sikap terkait situasi politik dan Pemilu 2024.

JOGJA - Gelombang seruan pernyataan sikap terkait situasi demokrasi Indonesia yang terjadi saat ini masih terus disuarakan oleh institusi pendidikan tinggi di DIY.

Teranyar, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta menyatakan sikap terkait situasi politik dan Pemilu 2024.

Pendeta Wahju Satria Wibowo selaku wakil rektor UKDW, mengatakan, dalam ranah dan kapasitas dunia akademik sangat penting untuk menegakkan perilaku kritis. Ini dilakukan demi tujuan bersama agar kemaslahatan bisa tercapai.

"Kekritisan itu bisa dilakukan melalui nilai-nilai kebaikan dalam diri manusia, termasuk di UKDW melalui instrumen pendidikan," katanya dalam sesi pernyataan sikap yang berlangsung di Ruang Seminar Gedung Hagios UKDW Selasa (6/2).

Wahju mengungkapkan, segenap civitas akademika UKDW meliputi guru besar, jajaran rektor, senat, hingga perwakilan para mahasiswa sepakat menyatakan pendapat dalam koridor demokrasi dan dalam koridor nilai bersama yang memang patut diperjuangkan.

"Pernyataan sikap ini agar demokrasi benar-benar berjalan baik dan beradab, ini adalah pesta seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya pesta politisi atau partai politik semata," serunya.

Dalam kesempatan tersebut, secara umum UKDW menyampaikan empat poin krusial terkait demokrasi yang juga berpegang pada nilai-nilai kedutawacanaan.

Rektor UKDW Wiyatiningsih memaparkan, demokrasi adalah bagian dari anugerah yang menjamin kebebasan berpendapat yang beradab.

Dengan demikian, seharusnya mendatangkan kegembiraan dalam pesta demokrasi bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Selanjutnya, dalam rangka menyikapi situasi politik dan pesta demokrasi yang sedang terjadi saat ini, dan dengan berpegang pada nilai-nilai kedutawacanaan. Yaitu, obedience to God, walking in integrity, striving for excellence, dan service to the world.

"UKDW menyatakan bahwa pemilu adalah proses yang harusnya dilakukan dengan penuh pertanggungjawaban," ungkapnya.

Wiyati merinci, seruan pertama berdasarkan nilai obedience to God, UKDW meyakini bahwa pemilu adalah bentuk pertanggungjawaban keimanan bangsa Indonesia yang religius.

Hal itu juga momentum ketika masyarakat Indonesia secara bebas dan jauh dari segala intimidasi dari pihak manapun agar menentukan pemimpin bangsa.

Kedua, berdasarkan nilai walking in integrity, UKDW menolak segala bentuk kemunafikan, kekerasan, dan pemaksaan yang melanggar etika, melukai nilai kemanusiaan dan kebebasan.

"Karena hal-hal tersebut bertentangan dengan semangat reformasi bangsa ini," tuturnya.

Seruan ketiga, berdasarkan nilai striving for excellence, UKDW mendorong pemerintah agar mampu mengayomi semua anak bangsa tanpa membeda-bedakan, agar tidak terjadi polarisasi dan perpecahan di kalangan masyarakat yang bisa merusak keharmonisan bangsa.

Seruan terakhir, berdasarkan nilai service to the world, UKDW meminta presiden dan wakil presiden serta para anggota badan legislatif yang terpilih, untuk menjunjung tinggi sikap etis dalam melayani segenap lapisan masyarakat.

"Itu harus dilakukan demi mencapai keadilan dan kesejahteraan bersama, serta kelanggenggan bangsa Indonesia," tandasnya. (iza)

Editor : Amin Surachmad
#Yogyakarta #UKDW #Situasi Politik #pemilu 2024