JOGJA - Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X melantik dan mengambil sumpah lima pejabat baru Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di Bangsal Kepatihan Jumat (2/2).
Momentum pelantikan sebagai makna untuk penyegaran ide dan semangat baru.
HB X mengatakan, pelantikan ini sebagai momentum percepatan pembangunan. Yakni, nenuju tujuan untuk meraih makna hakiki Keistimewaan DIY yaitu peningkatan martabat dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam konteks kepemimpinan, regenerasi tidak hanya sekadar pergantian melainkan sebuah simfoni pembaharuan dan upaya memelihara dinamika pemerintahan yang terus bergerak maju.
“Momentum hari ini, jangan pula dipandang sebagai sebatas peremajaan usia, tetapi juga menjadi momentum penyegaran ide dan semangat, untuk menjadi pengubah dan pembaharu,” katanya dalam sambutan disela acara.
Raja Keraton Jogja itu menjelaskan dalam pengambilan sumpah untuk menduduki jabatan publik sebagai pimpinan tinggi pratama, bukan berarti menduduki kursi empuk di zona nyaman.
Namun, justru membawa amanah dan tanggung jawab publik sesuai bidang ketugasan masing-masing.
Dalam menjalankannya pun perlu komitmen, kemauan kuat, dan nilai-nilai integritas, agar amanah itu bisa terwujud.
“Sinergi dan koordinasi antarOPD menjadi sangat penting dalam mewujudkannya. Jadilah bukan hanya birokrat yang bekerja di kantor, tetapi jadilah sumber inspirasi, dan insan peradaban, yang memberi manfaat dan kebaikan,” ujarnya.
Menurutnya, seorang pemimpin harus responsif terhadap perubahan lingkungan strategis serta dalam menetapkan kebijakan.
Hal ini diperlukan penjiwaan sampai ke akar-akarnya.
“Ibarat pohon, solusinya bukan ada di buahnya, melainkan pada akar-akarnya,” jelasnya.
Dia berpesan kepada setiap kepala OPD untuk selalu menjadi work-leader, dan menjadi role-model bagi bawahan. Agar mereka pun termotivasi untuk berpikir cerdas, bergerak cepat, dan bekerja giat, dengan kegiatan yang tepat waktu, tepat biaya dan tepat sasaran.
“Bagaimana menerapkan keistimewaan DIY dan menjabarkannya secara jelas agar menjadi sebuah gerakan kebudayaan masyarakat, adalah tantangan-tantangan ke depan yang harus diejawantah oleh pejabat pratama,” tambahnya.
Adapun kelima pimpinan yinggi pratama (rselon II) yang dilantik adalah Teguh Suhada sebagai Kepala Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY, Hary Setiawan sebagai Kepala Biro Hukum Setda DIY, Danang Setiadi sebagai Kepala Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat Setda DIY, Kurniawan sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY dan Christina Erni Widyastuti sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan DIY. (wia)
Editor : Amin Surachmad