JOGJA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menargetkan kenaikan okupansi pada 2024 hanya 5% saja dibanding 2023.
Target yang terbilang kecil tersebut dilandasi beberapa faktor.
Meski dianggap kecil, untuk mencapainnya tetap dinilai akan tetap sulit untuk PHRI.
Ada Pilpres, Pileg, dan Pilkada, belum itu nanti kalau dua putaran," ungkapnya, Jumat (26/1/2024).
Menurutnya, pesta demokrasi ini bisa saja membuat target yang terbilang kecil itu sulit untuk digapai.
Dia berharap, yang penting adalah di 2024 ini situasi dan kondisi stabilitas politik dan keamanan ekonomi terjaga.
Dengan begitu, quality tourism yang selama ini didengung-dengungkan Dinas Pariwisata di DIY juga dapat tercapai.
Tetapi, disadarinya, itu belum cukup untuk mendongkraknya.
Perlu ada terobosan seperti direct flight di Bandara YIA, Kulonprogo.
Selama ini, dari luar negeri hanya terbatas pada negara ASEAN saja seperti Malaysia dan Singapuran yang dapat direct flight langsung ke DIY.
"Penambahan direct flight yang belum ada di YIA. Harus kami perjuangkan bersama supaya ada direct flight dari Eropa, China, dan lainnya," ungkapnya.
Kendala direct filght yang masih terbatas juga dinilai Deddy sebagai penghambat di 2024 ini.
Editor : Iwa Ikhwanudin