JOGJA - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY mengeluarkan imbauan kepada kepala sekolah untuk memantau guru serta siswanya tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar seiring adanya kegiatan kampanye terbuka selama 21 Januari hingga 10 Februari.
Terlebih, khusus bagi sekolah yang berdekatan dengan lokasi terselenggaranya kampanye akbar itu.
Terutama di Kota Jogja yakni di Stadion Kridosono Kota Jogja yang berdekatan dengan SMAN 3 Jogja dan Stadion Mandala Krida Kota Jogja berdekatan dengan SMKN 6 Jogja.
Wakil Kepala Disdikpora DIY Suhirman mengatakan, pihaknya akan menyampaikan himbauan kepada kepala sekolah.
Khususnya, kepada guru dan siswa untuk memantau para siswanya tetap mengikuti pembelajaran di dalam kelas seiring kegiatan kampanye berlangsung. Jika terselenggaranya pada saat masih jam sekolah.
"Kepada guru dan siswa untuk pembelajaran tetap belajar biasa kemudian tidak terprovoksi untuk ikut yang diluar formal. Artinya itu siswa-siswa supaya belajar seperti biasa dan kalaupun nanti memilih diharapkan dengan tidak ikut ramai-ramai kampanye," katanya Senin (22/1).
Guru diminta tak terjebak politik praktis selama masa kampanye terbuka berlangsung. Pun guru maupun siswa tidak diperbolehkan izin di tengah jam pelajaran berlangsung.
Dalam hal ini guru diminta pula bisa mengendalikan peserta didik di sekolah.
"Siswa tidak boleh izin di tengah jam pelajaran, jam pelajaran tetap ikut pembelajaran," ujarnya.
Selain itu, petugas sequrity juga akan dikerahkan penuh di sekolah-sekolah yang utamanya berdekatan dengan lokasi kampanye.
"Kita akan kerahkan beberapa petugas satpam yang ada di sekolah akan kita maksimalkan. Mungkin pada saat jam kampanye itu masuk semua (satpam) untuk menertibkan siswa-siswanya," jelasnya.
Diharapkan peserta didik dengan pemilih pemula bisa secara bijak menggunakan hak pilihnya. Dan bisa berpikir secara dewasa dengan tidak mudah terprovokasi pada hal-hal yang tidak baik.
Seperti turut dalam mobilisasi massa hendak maupun usai kegiatan berkampanye.
Terlebih para siswa telah diajarkan pendidikan politik yang positif sejak di dalam sekolah dengan Pemilihan Osis (Pemilos).
"Jadi sebelum pemilu kan ada namanya Pemilos miniatur dari pemilu itu sebenarnya ada di pendidikan pemilihan osis di masing-masing sekolah. Kami harapkan saat ini ilmu yang mereka terima yang sudah kami sampaikan kemudian diterapkan pada saat pemilu ini," tambahnya.
Sebelumnya Anggota Forpi Kota Jogja Baharuddin Kamba mengatakan, potensi gangguan proses belajar-mengajar sangat mungkin terjadi khususnya pada jam pelajaran masih berlangsung.
Sementara kegiatan kampanye juga masih berlangsung.
"Ini yang perlu diatur oleh pihak terkait jangan sampai mengganggu proses belajar-menjagar para siswa," katanya.
Selain itu suara kendaraan sepeda motor yang menggunakan knalpot brong berpotensi mengganggu proses belajar-mengajar bahkan pasien yang berada di Rumah Sakit sekitar Stadion Kridosono Kota Jogja tersebut.
Instansi terkait seperti Disdikpora diminta harus menjamin kelancaran proses belajar-mengajar tidak tergganggu pada saat masa kampanye terbuka atau rapat umum.
Terlebih, kampanye terbuka atau metode rapat umum dengan massa yang diprediksi lebih banyak akan dimulai pada 21 Januari hingga 10 Februari 2024 mendatang.
Wilayah DIY merupakan salah satu zona wilayah dengan massa kampanye dengan jumlah massa yang terbilang banyak saat turun ke jalan.
"Berdasarkan catatan kami terkait lokasi kampanye pada Pemilu 2019 lalu Stadion Kridosono Kota Jogja merupakan salah satu lokasi titik berkumpulnya massa kampanye. Padahal disekitar Stadion Kridosono merupakan lokasi atau kawasan pendidikan selain perkantoran," jelasnya.
Baca Juga: Siap-Siap Yogyakarta, Pertengahan Februari 2024 Masuki Puncak Musim Penghujan
Pun jika dimungkinkan dia mendorong jadwal waktu kampanye dilaksanakan saat siswa tidak sedang belajar-mengajar atau hari libur.
Bisa juga pada sore hari saat para siswa sudah pulang sekolah.
"Pengawasan pihak sekolah maupun orangtua menjadi penting jangan sampai siswa justru malah ikut-ikutan kampanye," imbuhnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad