Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hujan Sehari Penuh Selama Dua Hari, Ini Beberapa Kejadian Dicatat BPBD DIY

Winda Atika Ira Puspita • Jumat, 19 Januari 2024 | 21:16 WIB
JAGA: Warga berjaga di dekat tanah yang rawan longsor di Gunungkidul Jumat (19/1).
JAGA: Warga berjaga di dekat tanah yang rawan longsor di Gunungkidul Jumat (19/1).

JOGJA - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi di seluruh wilayah DIY Kamis (18/1) hingga Jumat (19/1) mengakibatkan sejumlah kejadian di daerah.

Akibat hujan hampir seharian penuh itu, beberapa kejadian terjadi di Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul.

Kepala Bidang Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD DIY Lilik Andi Aryanto mengatakan, sejumlah kejadian itu tercatat hingga Jumat pagi (19/1) di Sleman ada kejadian pohon tumbang 4 titik, akses jalan 2 titik dan rumah rusak 2 unit.

Kejadian tersebut tersebar di Pakem dan Cangkringan.

Kemudian pohon tumbang 1 titik, akses jalan 1 titik dan jaringan listrik 1 titik berada di wilayah terdampak Banguntapan, Bantul. 

"Sementara di Gunungkidul wilayah yang terdampak ada di Semanu, Wonosari, Playen, Paliyan dan Karang Mojo dengan kejadian berupa pohon tumbang 6 titik, akses jalan 4 titik, jaringan listrik 2 titik dan rumah rusak 2 titik," katanya Jumat (19/1).

Lilik menyebut imbas hujan sedang hingga lebat sejak 2 hari Kamis (18/1) dan Jumat (19/1) itu juga terdampak di Kulon Progo.

Di antaranya, di Panjatan dan Lendah berupa pohon tumbang 2 titik, akses jalan 2 titik, dan jaringan listrik 1 titik.

Akibat potensi cuaca ekstrem itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dengan memperhatikan peringatan dini dan informasi cuaca melalui BMKG Yogyakarta. 

Pun mitigasi juga perlu dilakukan, mengingat prediksi puncak hujan ini akan terjari pada bulan Januari-Februari mendatang.

Masyarakat diminta melakukan pencegahan dengan pemangkasan pohon lapuk dan cabang lebih yang berpotensi mengancam jika terjadi angin kencang.

"Jika terjadi hujan deras disertai angin kencang dan petir, diharapkan untuk menghindari pohon besar, tiang listrik, baliho, daerah rawan longsor dan Daerah Aliran Sungai," ujarnya.

Terpisah Kepala Stasiun Meteorologi Jogja Warjono mengatakan, mencermati perkembangan kondisi dinamika atmosfer terkini dapat diidentifikasi bahwa ada beberapa fenomena atmosfer yang cukup berperan dalam perubahan kondisi cuaca di wilayah Jogja antara lain posisi MJO di Kuadran 4 (Maritime Continent) yang berkontribusi terhadap roses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat.

Pola angin Baratan (Monsoon Asia) mendominasi wilayah Jawa pada umumnya dan DIY khususnya, yang bertiup dari arah barat daya-barat laut dengan kecepatan berkisar 20-40 km/jam.

Adanya Tekanan Rendah di Samudera Hindia Barat Daya Bengkulu dan di Australia yang secara tidak langsung memicu pembentukan pola angin Konvergensi di sepanjang Jawa termasuk wilayah DIY. Sehingga berpotensi meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.

"Kondisi lokal dimana pola pergerakan angin dari arah Selatan hingga Barat Daya bergerak ke arah utara-barat laut di mana pasokan uap air cukup maksimal dari Samudera Hindia. Profil vertikal kelembapan udara di wilayah DIY pada ketinggian 1.5 sampai 5.5 km (level 850-500 mb) berkisar antara 80-98 persen (basah)," jelasnya.

Dengan kondisi itu, diprediksi bahwa tanggal 18 Januari 2024 berpotensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Kota Jogja, Sleman, Kulon Progo, dan Gunungkidul.

Tanggal 19 Januari 2024 potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang  di Kota Jogja, Sleman, Bantul bagian selatan, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian selatan.

"Tanggal 20 Januari 2024 potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Kota Jogja, Sleman, Bantul bagian Utara, Kulon Progo, dan Gunungkidul bagian Utara," terangnya.

Selanjutnya di tanggal 21 Januari 2024 potensi hujan ringan-sedang di Kota Jogja, Sleman, Kulon Progo, Bantul dan Gunungkidul bagian utara.

Tanggal 22 Januari 2024 potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat petir dan angin kencang merata di seluruh wilayah DIY.

Kemudian, tanggal 23 Januari 2024 potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di Kota Jogja, Sleman, Bantul bagian utara dan Kulon Progo.

Baca Juga: Kocak! Pasangan Maling di Pasuruan Gagal Curanmor karena Kurang Briefing, Langsung Diamankan Massa!

Dia mengimbau warga untuk waspada potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada daerah yang tersebut diatas juga agar dilakukan pemotongan terhadap pohon-pohon yang lapuk yang rawan tumbang maupun patah.

"Waspada juga bagi daerah dengan topografi tidak rata terhadap potensi bencana hirometeorologi berupa tanah longsor," tambahnya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#Hujan #DIY #Pohon Tumbang