Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kejar Target Lama Tinggal dan Belanja Wisatawan, Dispar DIY Geser Strategi Quality Tourism Tahun Ini

Winda Atika Ira Puspita • Kamis, 18 Januari 2024 | 18:25 WIB
Plh Kepala Dinas Pariwisata DIY Anita Verawati.
Plh Kepala Dinas Pariwisata DIY Anita Verawati.

JOGJA - Dinas Pariwisata DIY berupaya menggenjot length of stay atau lama tinggal dan spending money atau belanja wisatawan yang berkunjung ke destinasi di DIY pada 2024 ini.

Caranya dengan menggeser target jumlah wisatawan menjadi quality tourism.

Sehingga dampak wisatawan yang berkunjung bisa meninggalkan experience atau pengalaman positif.

Plh Kepala Dinas Pariwisata DIY Anita Verawati mengatakan, length of stay dan spending money adalah dua sektor yang masih menjadi pekerjaan rumah.

Sebab, capaiannya masih di bawah 100 persen yakni 93 persen. Sementara terkait kunjungan wisatawan baik itu pengguna akomodasi maupun berdasarkan pergerakan wisatawan dari destinasi ke destinasi sudah mencapai di atas 100 persen.

"Beberapa hal memang perlu kita siapkan. Fokusnya di tahun ini lebih kepada length of stay dan spending money," katanya Rabu (17/1).

Vera menjelaskan secara perlahan target mass tourism akan digeser ke quality tourism. Hal ini juga agar bisa mengurangi beberapa keluhan masyarakat Jogja soal aktivitas wisata.

"Kalau cuman hanya mengandalkan jumlah wisatawan ya nanti berbondong-bondong masuknya, tapi ya akhirnya mereka hanya meninggalkan sampah kalau bawa makanan rumah," ujarnya.

Target length of stay disebut memang agak tertinggal jauh dengan capaian tahun lalu dibandingkan dengan target jumlah wisatawan yang berkunjung.

Praktis, instansi ini berupaya mengubah strategi dengan menggenjot lama tinggal dan belanja wisatawan untuk tahun ini.

Terlebih dengan beroperasinya tol Jogja-Solo yang dinilainya bisa mengubah perilaku wisatawan dengan hanya singgah sebentar saja di Jogja. 

"Kita coba buat event pada malam hari jadi paling nggak bisa menahan mereka sampai malam dan mereka harus menginap. Kita memang kebijakan pariwisatanya sekarang lebih ke quality tourism itu yang akan kita galakkan," jelasnya. 

Selain itu, Dispar DIY juga akan berusaha menambah atraksi maupun aktivitas di sebuah destinasi wisata.

Seperti dicontohkan, mengadakan workshop di sentra UMKM atau oleh-oleh dan ekonomi kreatif. Hal ini untuk menambah ketertarikan dan menahan lebih lama wisatawan yang berkunjung. 

"Jadi, gimana wisatawan itu ga cuman datang tapi menikmati experience, kalau dulu mereka hanya datang ke toko batik lalu beli, paling nggak mereka di toko batik itu ada workshop dan mereka bisa coba bikin batik atau yang lain," terangnya.

Selain itu, juga dengan membuat story telling di sebuah destinasi wisata yang dapat berpotensi akan membuat wisatawan lebih lama berkunjung di sebuah destinasi.

Strategi ini dinilai sudah digalakkan sejak pandemi selesai.

"Makanya desa wisata itu kan kemarin memang favorit ya, paling nggak yang kita konsentrasikan. Karena di sana kan mereka memang harus live in. Jadi, ya paling nggak mereka nggak cuma satu hari bisa dia sampai empat hari," tambahnya.

Vera mencatat jumlah wisatawan yang berkunjung ke DIY pada 2023 lalu dengan menggunakan akomodasi sebanyak 6,9 juta dari target sebanyak 5,5 juta atau  125,65 persen.

Kemudian length of stay berada di angka 1,77 hari dari target 1,9 hari atau 92,89 persen.

Sementara spending money sebanyak Rp 2,4 juta dari target senilai Rp 2,6 juta atau 92,29 persen.  

Sementara untuk tahun ini Dispar DIY mematok target jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 6,5 juta, length of stau di angka 1,95 hari dan spending money senilai Rp 2,9 juta.

Adapun agenda terdekat ini untuk memaksimalkan target wisata ada event Tahun Baru Imlek pada Februari mendatang. Hanya, event tersebut bertepatan dengan pesta demokrasi Pemilu 2024 pada 14 Februari.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Kamis 18 Januari, Waspada Hujan Sedang-Lebat di Seluruh Yogyakarta

"Jadi, kami agak khawatir dengan perizinan. Semoga bisa dilaksanakan, cuma kalau ngga kita akan coba dengan event lain tapi masih terkait imlek. Karena bagaimanapun Jogja itu kan juga multikultur, cuma kami takut izin dan ini baru kami siapkan benar-benar," imbuhnya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#Dinas Pariwisata DIY #spending money #Wisatawan