JOGJA - Serangkaian acara Dhaup Ageng Pakualaman mampu meningkatkan okupansi hotel di Kota Jogja sebanyak 10%.
Selain itu, konsep pernikahan yang syarat akan nilai budaya tersebut berpotensi menjadi inspirasi bagi pasangan yang akan menikah.
"Walaupun peningkatanya belum sesuai ekspektasi, tetapi cukup mempengaruhi."
"Ekspektasi awal bisa naik sampai 80-95%," ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Deddy Pranowo Waryono kepada Radar Jogja, Minggu (14/1/2024).
Peningkatan tersebut terjadi dimulai dari tanggal 10-12 Januari 2024.
Tamu Dhaup Ageng yang menginap di hotel mayoritas dari luar kota seperti Jakarta dan beberapa dari luar Jawa.
"Dari awalnya 65% menjadi 75%," imbuhnya
Dalam tanggapannya beberapa waktu lalu, Penjabat Walikota Jogjakarta, Singgih Raharjo mengatakan Dhaup Ageng tersebut tidak hanya sekadar acara pernikahan semata.
Tetapi juga menjadi acara budaya yang menjadi daya tarik semua orang di seluruh Indonesia bahkan luar negeri.
Hal itu karena tamu yang datang tidak hanya lingkup Jogja, tapi banyak juga dari luar Kota Jogja.
"Tidak menutup kemungkinan bahwa Dhaup Ageng bisa menjadi inspirasi baru bagi calon pasangan lain yang akan melangsungkan pernikahan," ujarnya.
Banyak artis atau warga yang melangsungkan pernikahan tidak di tempat tinggalnya tapi di destinasi wisata.
"Ini adalah kesempatan bagi Kota Jogja untuk meneguhkan kembali Jogja sebagai leading destination," tandasnya. (cr5)