Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Komunitas Cakapuan Beri Ruang Untuk Berbagi Ilmu Antar Profesi, Saling Berekspresi dan Tidak Ingin Membatasi

Rizky Wahyu Arya Hutama • Minggu, 14 Januari 2024 | 13:58 WIB
SHARING: Salah satu kegiatan yang dilaksanakan Cakapuan.
SHARING: Salah satu kegiatan yang dilaksanakan Cakapuan.
JOGJA - Ada sebuah komunitas yang bergerak untuk mewadahi anak-anak muda lintas ilmu di Jogja. Komunitas tersebut bernama Cakapuan.
 
Mereka bisa berkegiatan di Lifepatch Jalan Lempuyangan Tengah III, Bausasran, Danurejan, Jogja. 
 
Hasrat untuk berkumpul dan belajar sering kali menjadi landasan bagaimana ruang-ruang diskusi itu lahir.
 
 
Ruang-ruang semacam itu, mencoba dihadirkan oleh Cakapuan.
 
Cakapua sendiri adalah suatu usaha untuk mendefinisikan ulang apa yang disebut sebagai ruang yang inklusif.
 
Sebab, Cakapuan  adalah ruang untuk saling berekspresi dan tidak ingin membatasi. 
 
 
Koordinator Cakapuan #3 Fadhilla Ristianty menjelaskan Cakapuan berdiri pada tahun 2023.
 
Di mana, pada awalnya saat itu Cakapuan berdiri dari sebuah ketidaksengajaan. 
 
"Jadi, teman saya Grace punya ide untuk bagaimana cewek-cewek bisa bikin acara. Yang mana, isi acaranya cuma sharing-sharing aja. Bahas soal profesi kami aja. Karena dalam Cakapuan anggotanya banyak yang berprofesi beda-beda," ujarnya kepada Radar Jogja (12/1).
 
 
Saat ini, Cakapuan sudah menghadirkan empat acara untuk mengakomodasi seluruh komunitas yang ingin berbagi ilmu.
 
Dalam berbagai acara tersebut, para peserta sangat antusias untuk mengikutinya. acara Cakapuan berlangsung setiap tiga bulan sekali.
 
"Jadi, kami semakin yakin kalau kami ini memang butuh ruang seperti ini. Ruang untuk sharing-sharing," kata Fadhilla. 
 
 
Saat ini Cakapuan beranggotakan sekitar 35 orang. Dalam Cakapuan tidak ada ketua yang mengakomodasi. 
 
Sementara Koordinator Cakapuan #4 Regina Surbakti menjelaskan, Cakapuan lahir atas kegelisahan-kegelisahan pribadi dari setiap anggotanya.
 
Sebab, mereka merasa minimnya ruang bagi perempuan untuk sharing ilmu. 
 
"Karena minimnya ruang itu, jadi kami membuat sarana tersebut. Supaya bisa berbagi dar lintas disiplin," tuturnya. 
 
 
Selain menyediakan ruang, Regina mengaku Cakapuan juga bertujuan untuk mencari jaringan. Di mana, ke depannya agar bisa saling berkolaborasi.
 
"Fokus kami adalah ruang untuk terjadinya diskusi. Jadi, kami butuh ruang aman untuk berekspresi," ucapnya.
 
Regina juga menyatakan tetap ingin mempertahankan Cakapuan. Dan, tetap memiliki anggota. 
 
"Ruang-ruang untuk perempuan ini harus tetap berlanjut. Dan bisa berkolaborasi dengan komunitas lainnya," tandasnya. (ayu)
 
Editor : Amin Surachmad
#komunitas #muda #Jogja