Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

KPPS Akan Diberi Vitamin dan Madu, Hindari Petugas Pemilu Meninggal Dunia karena Kecapaian

Heru Pratomo • Selasa, 9 Januari 2024 | 11:10 WIB
PROSES: Suasana pelipatan surat suara di Gudang KPU Sleman, Rabu (3/1). (DOKUMENTASI KPU SLEMAN)
PROSES: Suasana pelipatan surat suara di Gudang KPU Sleman, Rabu (3/1). (DOKUMENTASI KPU SLEMAN)

RADAR JOGJA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja akan memberikan suplemen berupa vitamin dan madu pada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Serta melakukan cek kesehatan secara berkala kepada para. Hal tersebut bertujuan untuk mengantisipasi adanya kesehatan yang menurun bahkan kematian para petugas KPPS seperti pemilu 2019 lalu.

"Kami akan fasilitasi dengan Dinkes (Dinas Kesehatan) untuk mengusahakan pengadaan multivitamin dan madu. Mereka akan disuport selama Minggu tenang sampai pemungutan suara selesai," ujar Ketua KPU Kota Jogja, Noor Harsya Aryo Samudro, Minggu (7/1).

Di Kota Jogja pada pemilu 2019 tidak ditemukan kasus petugas KPPS yang meninggal. Harsya mengaku telah melakukan mitigasi dan mengimbau kepada para petugas KPPS untuk menjaga stamina dan kondisi kesehatannya. "Bekerja maksimal boleh tapi jangan terlalu ngoyo. Kalau ada tanda-tanda tidak enak badan ya istirahat dan gantian saja dengan petugas lain," pesannya.

Untuk melakukan monitoring kesehatan para petugas, KPU Kota Jogja bekerjasama dengan dinkes melakukan skrining secara berkala. Hingga sampai saat ini, para calon petugas KPPS status kesehatannya baik. "Alhamdulilah tahun ini calon KPPS semuanya sehat dan kadar gula, kolesterol dan tensi mereka normal," bebernya.

Sebelum hari pemungutan suara, KPU bersama dinkes akan melakukan skrining ulang untuk memastikan petugas KPPS benar-benar sehat. Pada hari pemungutan suara, sejumlah petugas kesehatan beserta ambulan akan siap untuk kebutuhan penanganan pertolongan.  "Periode puncak pekerjaan petugas KPPS adalah 14 Februari pada pukul 23.59 - 06.00. Kalau jam itu sudah landai itu berarti risikonya lebih bisa di kendalikan," tandasnya.

Total TPS seluruh Kota Jogja sebanyak 1.286. Sehingga total petugas KPPS sebanyak 9.002 petugas. Jumlah tersebut meliputi seluruh kemantren di Kota Jogja.

Wakil Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU DIJ, Moh Zaenuri Ikhsan menambahkan, KPU telah membuat beberapa regulasi di antaranya membatasi usia calon petugas yaitu maksimal 55 tahun. Selain itu, pada tahap tes kesehatan seleksinya harus memenuhi tiga item yaitu tensi, gula darah dan kolesterol. "Kalau dulu kan hanya surat keterangan dokter aja selesai. Batas maksimal umur juga tidak ditentukan," ujarnya.

Bila ada indikasi kesehatan yang terganggu pihaknya juga bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada untuk pemeriksaan tindak lanjut supaya tidak terjadi kelelahan berlebih. Hal tersebut didasari dari pengalaman pemilu tahun sebelumnya. "Dulu banyak yang mengalami kelelahan berlebih, biasanya petugas tersebut disertai komorbit atau penyakit bawaan," tandasnya.

Selain itu, regulasi sekarang dari Kementrian Keuangan akan memberi santunan kepada petugas yang bilamana terjadi kecelakaan atau sampai meninggal dunia. "Santunan untuk petugas yang cacat permanen, perawatan dan meninggal dunia sudah ada, tapi untuk jumlah santuna nya saya kurang hafal," ujarnya.

Di DIJ jumlah TPS 11.932 dan kebutuhan KPPS 83.525 tambahan petugas linmas 23.864 sehingga total kebutuhan petugas TPS 107.388 orang. Satu TPS terdiri dari tujuh petugas KPPS dibantu dua Linmas. Petugas KPPS saat di lapangan, praktik kerjanya bisa dua hari dua malam. Biasanya satu hari sebelumnya mereka akan menyiapkan TPS, malamnya lembur untuk menjaga TPS. "Mungkin perlu ada pembagian tugas atau gantian, sehingga dalam pelaksanaan pemungutan, rekap dan perhitungan suara ada tenaga yang cukup agar tidak kelelahan," imbuhnya. (cr5/pra)

 

 

Editor : Satria Pradika
#vitamin dan madu #dinas kesehatan #KPU Kota Jogja