RADAR JOGJA - Seremonial Dhaup Ageng Kadipaten Pakualaman diawali dengan menggelar Upacara Majang Tarub serta Majang Pasereyan, Minggu (7/1).
Bertempat di Tratag Rambat Kagungan Dalem Bangsal Sewatama, prosesi ini dipimpin oleh Gusti Pangeran Harya (GPH) Indrokusumo beserta Bandara Pangeran Harya (BPH) Kusumo Bimantoro.
Diawali dengan Doa dan Wilujengan kemudian dilanjutkan Majang Tarub. Terdiri dari pasang Bleketepe dan pasang Tuwuhan di Kuncung Tratag Kagungan Dalem Bangsal Sewatama, Tratag Kagungan Dalem Kepel, Kagungan Dalem Regol Danawara, Kagungan Dalem Pawon Ageng dan Tratag Kagungan Dalem Bangsal Kepatihan.
Adapun Majang Pasareyan dilaksanakan di Kagungan Dalem Gedhong Ijem atau kamar calon pengantin laki-laki, Kagungan Dalem Gedhong Purwaretna tempat papan upacara tampakaya, Kagungan Dalem Kepatihan Gandhok Wetan atau Kamar Calon Pengantin Putri.
Prosesi majang pasareyan dipimpin oleh Cepeng Damel Putri Bandara Raden Ayu Indrokusumo didampingi Bandara Raden Ayu Kusumo Bimantoro dan para sedherek Dalem putri.
Maka dan harapan Upacara Majang Tarub dan Majang Pasereyan :
Majang Tarub :
Majang Tarub merupakan seremonial dalam perkawinan sejak jaman Mataram.
Dalam bahasa Jawa memiliki makna hiasan untuk pernikahan.
Itulah mengapa tarub kerap berhiaskan dedaunan.
Ini memuat makna sekaligus menyimbolkan harapan bagi pengantin agar kelak hidup selamat dan sejahtera.
Bleketepe
Bleketepe terbuat dari anyaman daun kelapa. Hiasan ini memiliki makna sebagai penyaring energi negatif.
Masih lestari hingga sekarang, pemasangan Bleketepe ini diharapkan penyelenggaraan prosesi pernikahan dapat berjalan dengan selamat, lancar dan dalam berkah-Nya.
Majang Pasereyan
Tak berbeda dengan Majang Tarub, Majang Pasereyan juga memiliki makna keindangan.
Berupa seremonial menghias dan menata semua perlengkapan yang akan digunakan oleh calon pengantin laki-laki dan perempuan di kamar masing-masing.
Maknanya, diharapkan dalam hidup berumah tangga sang pengantin kelak senantiasa mampu menata diri sehingga tercipta suasana yang indah dan harmonis.
Editor : Bahana.