JOGJA - Pasca robohnya kanopi yang ada di drop zone Stasiun Tugu Jogjakarta secara umum hal tersebut tidak menganggu aktivitas dan operasional perjalanan KA.
Manager Humas Daop 6 Jogjakarta
Krisbiyantoro menegaskan, pelayanan pelanggan di stasiun dan perjalanan KA tetap berjalan dengan normal dan baik saat kejadian atau setelah jatuhnya kanopi.
Seperti diketahui, kanopi drop zone di stasiun Tugu sepanjang sekitar 50 meter lebih terjatuh karena kencangnya angin dan hujan deras yang melanda kawasan Jogjakarta, Kamis (4/1) sekitar pukul 14.00.
Ia menuturkan, bahwa robohnya kanopi tersebut murni disebabkan oleh faktor cuaca yang disebutnya cukup ekstrem.
"Pembuatan kanopi ini 2021 awal, dari konstruksi dan bahan yang dipakai sudah memenuhi syarat. Memang angin yang terlampau kencang dan cuaca ekstrem sehingga menyebabkan kerusakan atau robohnya kanopi," katanya, Kamis (4/1).
Lebih lanjut, Daop 6 langsung bergerak cepat dan berkolaborasi dengan stakeholder guna melakukan evakuasi terhadap lima kendaraan yang terjebak.
Disebutkan dari lima mobil yang tertimpa, ada satu yang mengalami kerusakan sedang pada bagian atap mobil dan empat sisanya hanya mengalami kerusakan ringan.
"Evakuasi kendaraan berlangsung cepat dan selesai sekitar pukul 15.30 WIB," sambungnya.
Dikatakannya, para petugas pengamanan juga langsung bersiaga untuk membantu mengatur lalu lintas drop off dan mengarahkan pelanggan agar tidak mendekati lokasi sehingga flow penumpang KA di stasiun tetap aman dan kondusif.
"Saat ini petugas terus melakukan perbaikan serta sterilisasi lokasi kejadian agar normal kembali," paparnya.
Pada insiden kali ini, KAI juga menegaskan tidak ada korban jiwa maupun luka dan seluruh kerugian yang dialami atas kerusakan kendaraan tersebut akan sepenuhnya ditanggung oleh KAI.
"Terima kasih kepada Basarnas DIY, Koramil Gedong Tengen, dan kepolisian (Polsek) Gedong Tengen yang membantu penanganan kejadian," ungkapnya.
Sementara, menyoal kisaran kerugian sendiri krisbiyantoro mengaku belum memiliki data rinci dan masih fokus pada evaluasi serta sterilisasi.
"Kami belum memiliki rincian spesifik kerugiannya berapa, karena masih fokus pada evakuasi dan penurunan kanopi," tandasnya. (iza)
Editor : Amin Surachmad