Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ini Dia Rangkaian Prosesi Pernikahan Putra Bungsu Paku Alam X, Presiden Jokowi, Dubes, dan 58 Raja Kerajaan Nusantara Akan Hadir

Winda Atika Ira Puspita • Kamis, 4 Januari 2024 | 04:02 WIB
SYAHDU: Suasana Puro Pakualaman, Jogja, jelang pernikahan BPH Kusumo Kuntonugroho dengan Laily Annisa Kusumastuti pada 10 dan 11 Januari 2024. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
SYAHDU: Suasana Puro Pakualaman, Jogja, jelang pernikahan BPH Kusumo Kuntonugroho dengan Laily Annisa Kusumastuti pada 10 dan 11 Januari 2024. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

 

JOGJA - Kadipaten Pakualaman bakal kembali menggelar pesta pernikahan atau Dhaup Ageng Pakualaman 2024.

Kali ini bungsu putra Adipati Pura Pakualaman, yang juga Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario (KGPAA) Paku Alam (PA) X yang bertahta saat ini.

Bungsu Adipati Paku Alam X adalah BPH Kusumo Kuntonugroho, dengan nama kecil RM Bhismo Srenggoro Kunto Nugroho. Dia akan menikah dengan Laily Annisa Kusumastuti.

Penghageng Kadipaten Pakualaman Kanjeng Raden Tumenggung Radyawisroyo mengatakan, rangkaian acara pernikahan akan dilaksanakan mulai tanggal 7 sampai dengan tanggal 11 Januari 2024 di Pura Pakualaman Yogyakarta.

Acara pernikahan yang ada di Pura Pakualaman ini bukan hanya sekadar pernikahan biasa seperti yang ada di masyarakat.

"Acara dhaup ageng ini memang secara umum adalah pernikahan kedua antara laki-laki dan perempuan. Namun acara perkawianan ini banyak hal-hal budaya yang sudah tidak banyak diketahui oleh masyarakat. Maka dhaup ageng ini justru ingin nguri-uri melestarikan apalagi disuasana kanjeng PA X hanya mempunyai dua putra," katanya Rabu (3/1).

Adapun, rangkaian kegiatan yang akan diadakan di dhaup ageng cukup panjang. Dengan membagi 3 pra acara, dilakukan mulai dari adanya lamaran, silaturahmi yang sudah dilakukan Oktober 2023 lalu.

Kemudian memasuki bulan Januari memasuki acara pokok. Diawali dengan rangkaian kegiatan Wilujengan.

Pertama, bucalan yang digelar Rabu (3/1). Bucalan dari kata bucal yang berarti buang yang dimaknai sebagai membuang atau menyingkirkan semua rintangan dan gangguan secara metafisik maupun nyata dari seseorang yang mempunyai rencana tidak baik. 

"Juga merupakan bentuk permintaan izin
kepada semua makhluk yang ada serta tetap memohon perlindungan Tuhan," ujarnya

Dilanjutkan dengan Wilujengan pada Rabu (3/1) yang pada intinya memohon keselamatan kepada Tuhan sang Mahabijaksana.

Diharapkan seluruh rangkaian acara dhaup ageng mulai dari persiapan pelaksanaan, prosesi dhaup ageng, sampai berakhirnya acara dapat berjalan dengan selamat dan lancar.

Sehari berikutnya, yaitu Kamis (4/1) dilakukan Ziarah ke makam para leluhur Paku Alam di Kagungan Dalem (KD) Astana Kuthagedhe dan KD Astana Giriganda.

Lalu, disempurnakan dengan kegiatan doa bersama pada Jumat (5/1) di KD Masjid Agung, KD Masjid Trayu, KD Masjid Sunyaragi, KD Masjid Giriganda, dan KD Masjid Wates.

Prosesi dhaup ageng selanjutnya adalah pasang tarub dan majang yang dilakukan pada Minggu Pon tanggal 7 Januari 2024 mulai pukul 10.00.

Pemasangan Tarub di Tratag KD Bangsal Sewatama, Tratag KD Kepel, KD Regol Danawara, KD Pawon Ageng, dan Tratag KD Bangsal Kepatihan.

"Bleketepe dipasang di Tratag KD Bangsal Sewatama (dari barat ke timur)," jelasnya.

Adapun majang dilaksanakan di KD Gedhong Ijem atau kamar calon pengantin laki-laki, KD Gedhong Purwaretna atau papan upacara tampa kaya, dan KD Kepatihan Gandhok Wetan atau kamar calon pengantin putri.

Prosesi dhaup ageng berikutnya adalah nyengker, siraman putri, siraman kakung, tantingan, midodareni, dan tuguran.

Pada Senin Wage 8 Januari 2024 mulai pukul 11.00, calon pengantin putri disengker di KD Kepatihan Gandhok Wetan.

"Nyengker ‘pingit’ berlaku bagi calon pengantin perempuan sebelum dilaksanakan upacara siraman. Pada acara nyengker ini diharapkan calon pengantin perempuan semakin dapat menata hati agar mantap dalam menyongsong prosesi pernikahan," terangnya.

Esok paginya yakni Selasa Kliwon, 9 Januari 2024 pukul 09.00 dilaksanakan srliraman putri di KD Kepatihan Gandhok Wetan dan siraman kakung dilaksanakan di KD Gedhong Parangkarsa pukul 10.30.

Malam harinya pukul 18.30 dilaksanakan tantingan.

"Tantingan berasal dari kata tanting untuk ditanya kemantapan hatinya. Tantingan untuk calon pengantin laki-laki maupun calon pengantin putri dilakukan pada jam yang sama, di tempat yang berbeda yaitu KD Pracimasana untuk calon pengantin laki-laki dan KD Kepatihan untuk calon pengantin putri," sambungnya.

Usai tantingan, calon pengantin putri menyiapkan diri untuk acara Midodareni di KD Bangsal Kepatihan mulai pukul 19.00.

Para sesepuh, kerabat, dan sahabat calon pengantin putri turut menghadiri acara midodareni dengan tujuan mempererat persaudaraan dan membicarakan hal-hal positif sebagai bekal berumah tangga.

Sementara itu, calon pengantin laki-laki menerima tamu yang sebagian besar adalah kerabat dan para sahabat dalam rangka menemani melepas masa lajangnya yang tinggal semalam dalam acara tuguran mulai jam 21.00.

Kegiatan inti dhaup ageng, meliputi ijab, panggih, dan sungkeman. Resepsi harinpertama yakni tampa kaya dan dhahar klimah dilaksanakan Rabu Legi 10 Januariv2024. Upacara Ijab dilakukan di KD Masjid Agung Pakualaman pukul 08.30.

Kemudian, pukul 10.30 dilaksanakan upacara panggih di Tratag KD Bangsal Sewatama. Prosesi ini disertai tampilan Durbala Singkir. Durbala (kekuatan jahat) dan singkir (singkir) yang dimaknai sebagai penyingkiraan kekuatan jahat sehingga mendapatkan keselamatan berkat kasih Tuhan.

"Busana yang dikenakan pada saat Panggih bagi pengantin adalah dodot atau kampuh batik motif Indra Widagda Wariga Adi. Dalam kain batik motif Indra Widagda Wariga Adi termuat motif Indra Widagda dipadukan dengan motif Semen Kidang yang mengandung harapan agar ajaran yang telah diperoleh dari orang tua dan para sesepuh dapat dijadikan pegangan hidup, sehingga mereka mampu berkelana dengan tangkas di belantara kehidupan," tambahnya.

Selanjutnya, pada pukul 11.00 dilaksanakan sungkeman di KD Ageng Prabasuyasa. Lantas, dilanjutkan acara resepsi (pahargyan hari pertama) di KD Bangsal Sewatama mulai pukul 12.00 yang akan dihadiri oleh 1.500 tamu.

"Tamu-tamu VVIP RI 1 dan 2 akan diundang pada saat resepsi jam 12 siang sesi pertama. Termasuk semua duta besar dan lain-lain. Kalau yang akad nikah dan panggih tidak ada tamu dari luar," bebernya.

Resepsi pernikahan agung ini rencananya dihadiri Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin serta Gubernur DIY Hamengku Buwono X yang juga Raja Keraton Yogyakarta.

Rencananya juga dihadiri 58 para pemegang adat budaya kerajaan Nusantara. Disamping itu,npejabat pemerintahan di lingkungan pusat para menteri dan 11 duta besar perwakilan negara  baik dari Uni Emirat Arab, Rusia, Australia, Jepang, dan lain-lain. Selain itu, enam calon presiden dan wakil presiden juga diundang. 

Pada kesempatan ini para tamu disuguhi dua beksan atau tari. Yakni, Bedhaya Sidamukti dan Bedhaya Kakung Indrawidagda.

"Kedua beksan adalah tarian yang diciptakan khusus pernikahan atau dhaup ageng kali ini. Di mana, beksan itu meceritakan seorang pangeran yang harpannya mempunyai kecerdasan. Pasangan ini sehari-hari adalah yang konsen pada pendidikan dan keilmuan baik putri dan kakung. Sehingga beksan disesusaikan pada karakter pengantin," imbuhnya.

Acara diakhiri dengan tampa kaya atau kacar-kucur serta dhahar klimah. Resepsi pahargyan hari kedua dilaksanakan pada Kamis Pahingn11 Januari 2024 mulai pukul 18.30 di KD Bangsal Sewatama dengannundangan sejumlah empat ribu tamu.

Pada resepsi ini ditampilkan tiga beksan. Yaitu, Beksan Tyas Muncar, Bedhaya Wasita Nrangsmu, dan Lawung Alit. Rangkaian acara dhaup ageng diakhiri dengan pamitan dan Kollkondur besan pada Jumat Pon 12 Januari 2024.

 

Kerabat Pakualaman Gusti Pangeran Haryo Indrokusumo menambahkan, pasang tarub yang dimaksud sebetulnya janur melengkung sekalian pasang tuwuhan ada pisang, tebu, pari, dan sebagainya.

Kemudian ada bleketepe berupa anyaman dari daun kelapa. Bleketepe dipasang tepat di atap rumah atau atas genteng. Sebelum dipasang diawali dengan doa-doa agar seluruh prosesi berjalan lancar tidak ada halamhan.

"Sebetulnya ada dipisahkan antara tuwuhan dan bleketepe yang dipasang di depan rumah dan pawon ageng. Tanda gawe menyambut tamu dengan tarub atau pasang janur melengkung," tambahnya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#pura pakualaman #adipati #Dhaup Ageng