RADAR JOGJA - Dinas Perhubungan DIJ telah menyiapkan titik jalur alternatif untuk mengurai kepadatan lalu lintas di Kota Jogja pada libur Natal dan Tahun Baru (nataru). Hal ini dilakukan untuk memprioritaskan kendaraan keluar daripada yang masuk DIJ.
Plh Kepala Dinas Perhubungan DIJ Sumariyoto mengatakan, semua kendaraan yang masuk wilayah DIJ tidak semua stay di Jogjakarta. Sehingga mereka diarahkan melewati jalur alternatif. Hal ini untuk mengurangi kepadatan di titik-titik sudut Kota Jogja.
"Kami sudah pasang rambu darurat untuk mengarahkan bagi para pengguna jalan untuk mengambil jalur lain," katanya Minggu (31/12).
Sumariyoto menjelaskan, rambu darurat tersebut di pasang di pintu masuk wilayah barat, utara, hingga timur. Seperti dari sisi pintu barat DIJ rambu darurat terpasang di simpang menuju ke Pantai Glagah untuk diarahkan mengambil lajur kanan melalui Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Kemudian di simpang Gading dari arah Wonosari, Gunungkidul disarankan belok kanan agar kendaraan tidak tertumpuk di Patuk dan Piyungan.
"Juga dari sisi utara kami alihkan, kemudian ada peningkatan pemanfaatan jalan di Manisrenggo. Artinya masyarakat sudah mulai cerdas untuk membaca situasi," ujarnya.
Meski di titik jalur alternatif tidak dijaga petugas namun rambunya diklaim tertera jelas di sana. Pun Dishub menyarankan khusus pengguna jalan JJLS agar tidak menggunakannya pada malam hari, melainkan siang hari.
"Karena secara perambuan, PJU juga belum ada ya terutama yang baru yang di Gunungkidul," tambahnya.
Menurutnya dengan adanya pengalihan di jalur alternatif tersebut, masyarakat menggunakannya dengan cukup baik. Sehingga, tidak terlalu terjadi kepadatan di ruas jalan masuk DIJ.
Sementara itu, sudah ada 69.810 penumpang datang dan 93.216 penumpang berangkat dari Terminal Tipe A Giwangan, Kota Jogja. Jumlah itu terhutung sejak 19-31 Desember 2023. Dari jumlah tersebut ada sekitar 20.498 unit bus yang berangkat dan tiba di Terminal Giwangan.
Kepala Terminal Tipe A Giwangan Sigit Saryanto mengatakan, jumlah tersebut meningkat dibanding momen nataru sebelumnya. "Bus naik 3,1 persen dibanding tahun lalu 19.864 kendaraan. Sedangkan penumpang naik 19,7 persen dibanding lalu yang hanya 135.566 orang," bebernya kemarin (1/1).
Momen nataru kali ini juga membuat peningkatan dibanding hari-hari biasa. Kenaikannya mencapai sekitar 15-25 persen. Puncaknya terjadi pertama kali pada 24 Desember 2023 dengan total 1.870 bus dan 17.711 penumpang. Sedangkan puncak keduan terjadi kemarin (1/1) dan diprediksi akan ada 19 ribu penumpang yang datang dan berangkat. "Sehingga kami keluarkan tujuh bus bantuan dari bus wisata trayeknya Jogja-Jakarta dan Jogja-Bogor," tambahnya. (wia/rul/eno)
Editor : Satria Pradika