Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Asal Nama Malioboro, Dari Gelar Jenderal Inggris Marlborough? Bukan, Ternyata Ini Maknanya...

Amin Surachmad • Rabu, 27 Desember 2023 | 00:00 WIB
LEGENDARIS: Suasana Jalan Malioboro Jogja dahulu. (Charles Beijer/nfa.coll/Netherlands fotomuseum)
LEGENDARIS: Suasana Jalan Malioboro Jogja dahulu. (Charles Beijer/nfa.coll/Netherlands fotomuseum)

JOGJA - Malioboro sangat kondang. Malioboro merupakan destinasi wisata utama di Jogja. Tak heran, banyak wisatawan ingin berkunjung ke Malioboro. Tak terkecuali, wisatawan yang datang ke Jogja pada musim liburan Natal dan tahun baru kali ini.

Malioboro identik dengan nama jalan. Yakni, jalan yang berada di sebelah utara Keraton Jogja.
Jalan Malioboro didirikan bertepatan dengan pendirian Keraton Jogja. 

Berdasarkan keterangan Pemprov DIY, kata "malioboro" memiliki makna khusus. Yakni, karangan bunga.

Mungkin, makna itu terkait dengan masa lalu. Di mana, ketika Keraton Jogja mengadakan acara besar maka Jalan Malioboro akan dipenuhi dengan bunga.

Meski demikian, ada pula pendapat yang menyebutkan kata Malioboro berasal dari gelar Jenderal John Churchill (1650-1722) dari Inggris yakni Marlborough.

Namun, pendapat ini disanggah dengan adanya bukti sejarah yang menegaskan Jalan Malioboro l sudah ada sejak berdirinya Ngayogyakarta Hadiningrat.

Sejarahwan Inggris Peter Carey berpendapat, Jalan Malioboro sebagai jalan raya telah dibangun dan digunakan untuk tujuan seremonial tertentu selama lima puluh tahun sebelum orang Inggris mendirikan pemerintahannya di Jawa.

Konon, Malioboro dimaknai sebagai perjalanan menjadi wali (mali) dan "oboro" yang berarti mengembara.

Kawasan Malioboro terdiri dari dua nama jalan utama. Yakni, Jalan Margo Mulyo dan Jalan Margo Utomo.

Konsep ajaran Pangeran Mangkubumi (Sri Sultan Hamengku Buwono I) ini telah ada sejak awal berdirinya Kasultanan Yogyakarta pada 1755.

Malioboro dulunya berfungsi sebagai rajamarga atau jalan kerajaan. Jalan tersebut digunakan untuk kegiatan seremonial atau penyambutan tamu negara.

Selain itu, di kawasan Malioboro juga terdapat Kepatihan sebagai pusat pemerintahan dan Pasar Gede sebagai pusat perekonomian. Pasar Gede yang awalnya hanya tanah lapang, berkembang pesat.

 

Editor : Amin Surachmad
#keraton jogja #destinasi wisata #Malioboro