Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

 Pastikan Tak Aji Mumpung Nuthuk Harga, Menyambut Momen Libur Nataru

Fahmi Fahriza • Selasa, 26 Desember 2023 | 12:00 WIB

 

IKON MALIOBORO: Andong yang berada di kawasan Malioboro Jogjakarta menjadi salah satu alat angkutan untuk mengantar para wisatawan menikmati objek-objek wisata.
IKON MALIOBORO: Andong yang berada di kawasan Malioboro Jogjakarta menjadi salah satu alat angkutan untuk mengantar para wisatawan menikmati objek-objek wisata.

RADAR JOGJA - Pada momentum Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) kendaraan tradisional andong di kawasan Malioboro jadi salah satu pilihan wisatawan untuk mengelilingi objek-objek wisata. Kendati ada peningkatan trafik kunjungan, paguyuban kusir andong DIJ tidak akan memanfaatkan momen tersebut sebagai ajian mumpung belaka.

Ketua Paguyuban Andong DIJ Purwanto mengatakan, sudah ada kesepakatan dengan para anggota untuk tidak nuthuk harga di momen Nataru kali ini. Tarif yang dipatok masih cenderung normal dan didasarkan atas negosiasi dengan penumpang."Kita sepakati harga normal, kalau pun harga naik itu murni asasnya nego," katanya, kemarin (25/12).

Purwanto merinci, s tarif andong di kawasan Malioboro dibagi menjadi tiga kategori harga meliputi putaran atau jarak pendek yakni sebesar Rp 100 ribu, jarak menengah Rp 150 ribu, dan jarak jauh kisaran Rp 200 - Rp 250 ribu.

Adapun, rute yang dilewati andong tersebut meliputi kawasan Malioboro dan rute terjauh akan melewati daerah Keraton sampai akhirnya kembali lagi ke Jalan Malioboro.

Disebutnya, dari total 421 kusir andong yang tercatat sebagai anggota, lebih dari 90 persen memang berada di kawasan Malioboro, sementara sisanya berada di sekitaran Keraton dan Alun-alun Utara.

Purwanto menuturkan, kesepakatan anggota untuk tidak nuthuk harga tersebut salah satunya diniatkan untuk menjaga citra pariwisata Jogjakarta. Selain itu secara konsep andong di kawasan Malioboro saat ini termasuk dalam angkutan wisata yang berguna untuk menaikkan branding Kota Jogja."Kami sekarang angkutan wisata, sudah jarang terima order jarak jauh, jadi memang rutenya khusus wisatawan," paparnya.

Seorang wisatawan asal Surabaya Febri Perdana membeberkan, secara harga andong yang dipatok di kawasan Malioboro tersebut masih relatif normal. Apalagi harga tersebut mengakomodasi penumpang lebih dari satu orang."Masih normal sih, apalagi di momen libur gini dan ini tadi naiknya berempat," ungkapnya.

Ia turut mengapresiasi juga karena selain mengelilingi kawasan wisata, kusir andong tersebut juga memberikan rekomendasi toko oleh-oleh dan juga berkenan untuk mengunjunginya."Bagus sih ini, bisa mampir sekalian dan diantar ke toko oleh-oleh, jadi gak perlu bolak-balik," tandasnya (iza/din).

Editor : Satria Pradika
#nataru #Andong #Malioboro