JOGJA - Sektor pariwisata di DIY mulai menunjukkan kunjungan wisatawan yang signifikan. Itu wisatawan domestik maupun mancanegara,
Merespon hal tersebut, DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jogjakarta mengaku telah menyiapkan anggota untuk memandu para wisatawan yang hadir.
Wakil Ketua DPC HPI kota Jogjakarta Ismunandar mengatakan, secara umum di momentum Natal dan tahun baru (nataru) 2023 ini secara trafik kunjungan diperkirakan akan tumbuh signifikan dibanding 2022 lalu.
Dikatakannya, HPI kota Jogjakarta juga telah menyiapkan ratusan anggotanya. "Anggota HPI sejumlah 397 dan sebagian besar sudah membawa tamu, baik asing maupun domestik," katanya, Sabtu (23/12).
Tak hanya itu, ia juga menyebut bahwa telah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak dan juga membantu dinas lariwisata dalam event Tourist Information Service.
Saat puncak masa liburan seperti nataru, HPI turut serta membantu biro wisata untuk menyusun alur tujuan. Langkah ini agar lebih efisien secara waktu dan efektif secara pilihan destinasi.
Pada mometum tersebut, HPI juga turut memantau kebutuhan dan kinerja para pemandu yang resmi.
Dia menilai hal tersebut penting dilakukan untuk menjadi acuan membuka pelatihan baru bagi mereka.
"Itu penting untuk calon atau pemandu baru yang masih belum memiliki lisensi," ungkapnya.
Sebagai salah satu ujung tombak pariwisata DIY, Ismunandar berharap para pelaku pariwisata bijak menyikapi kunjungan para wisatawan dengan memberi informasi yang baik.
Selain itu, memberikan pelayanan maksimal dan menunjukkan keprofesionalan kerja.
"Tentu kami harap semua elemen pelaku pariwisata bersinergi dan menjaga pariwisata bersama-sama," tandasnya.
Terpisah, Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas Pariwisata DIY Kurniawan menyampaikan, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan di DIY telah dilakukan beberapa skema mitigasi.
Seperti antisipasi kemacetan di titik krusial pariwisata yang sudah dikoordinasikan dengan Dishub DIY. Ada pula nota kesepahaman dengan rumah sakit terkait pelatihan kegawatdaruratan di destinasi pariwisata.
"Kami sudah siapkan skema mitigasi di sektor wisata, harapannya semuanya baik dan tetap terjaga," bebernya.
Sementara itu, terkait tarif nuthuk di sektor pariwisata,ia mengaku tetap memiliki kekhawatiran.
Disebutnya, akan ada sosialisasi yang dilakukan secara berkala agar meminimalisasi potensi peningkatan tarif yang tidak wajar.
"Kita khawatir ada yang nuthuk. Ki
a lakukan sosialisasi melibatkan banyak stakeholder lain agar semuanya tetap kondusif," tuturnya. (iza)
Editor : Amin Surachmad