JOGJA - Bakal ada 15 titik pesta kembang api diselenggarakan baik dari Pemprov DIY, pemerintah kabupaten, dan pemerintah kota pada malam pergantian tahun 2024.
Langkah ini sebagai upaya memecah keramaian di jantung Kota Jogja. Utamanya Malioboro.
Masyarakat diminta tak perlu melakukan pergerakan ke kota yang berpotensi menambah kemacetan.
Sebab, diprediksi 4,45 juta orang bakal bermobilisasi masuk wilayah DIY pada momen Natal dan tahun baru (nataru).
Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X memperkirakan ada sekitar empat juta orang melakukan pergerakan ke wilayah DIY. Jumlah itu baik yang sekedar lewat maupun stay di Jogja.
Pengaturan lalu lintas diperlukan agar dapat memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh masyarakat.
"Kita perlu mencermati arus datang maupun nanti keluar maupun sekedar lewat. Pengaturannya bagaimana biar tidak ada kemacetan, stag ataupun memberikan pelayanan juga dengan baik bagi seluruh masyarakat baik yang masuk di Jogja maupun sekedar lewat Jogjakarta," katanya usai Rakor bersama Forkopimda terkait Persiapan Nataru di Bangsal Kepatihan Kompleks Kepatihan Kamis (21/12).
HB X menjelaskan akan ada 15 titik penyelenggaraan pesta kembang api saat perayaan pergantian malam tahun baru 2024. Salah satunya juga ada even yang akan diselenggarakan di Stadion Mandala Krida seperti race atau balapan.
Ini sebagai salah satu cara Pemprov DIY untuk memecah kosentrasi di kota. Dengan pertunjukan dimulai sekitar pukul 22.00 sampai lebih dari pukul 00.00.
Dengan even yang diselenggarakan tersebut diharapkan tidak membuat kepadatan dan kemacetan di jalan-jalan. Maka keramaian tersebut dipecah hingga ke kabupaten-kabupaten.
"Itu harapannya orang yang melihat pertunjukan stay disitu sama sepeda motornya. Jadi tidak perlu harus keliling kota apalagi nanti berbondong-bondong bergerombol dengan kepadatan yang mungkin tinggi. Karena yang berkunjung ke Jogja juga relatif tinggi, nanti bisa stag ditempat dijalan-jalan, itu coba kita hindari," ujarnya
Adapun untuk even race di Stadion Mandala Krida akan digelar hingga pukul 03.00. Hal ini juga sebagai harapan agar anak-anak muda stay di lokasi pertunjukan dan tidak memutar kota.
Dengan pertunjukan yang terpecah baik dari provinsi sebagai penyelenggara maupun kabupaten/kota maka masyarakat Jogja bisa menikmati pertunjukan yang ada di masing-masing wilayah.
"Dan bertahun baru di tempat masing-masing di kabupaten masing-masing. Tidak perlu melakukan perjalanan apalagi semua tujuannya mau masuk ke Malioboro," jelasnya.
Selain itu, merespon kasus Covid-19 yang naik Raja Keraton belum menerapkan pembatasan tertentu pada momen Nataru ini.
Kendati begitu, masyarakat tetap diminta mawas diri dan kesadarannya menggunakan masker meski belum jadi bagian anjuran.
"Tapi saya berpendapat bagi yang mereka merasa fisiknya kurang mendukung lebih baik pakai masker lebih baik," tambahnya.
Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan mengatakan, pada momen akhir tahun nanti akan ada sebanyak 4,45 juta orang yang masuk atau melintas di wilayah provinsi DIY.
Pada saat libur Nataru, sudah ada rekayasa untuk mengantisipasi peningkatan jumlah kendaraan dan orang.
"Namun khusus malam tahun baru nanti kita tetap melaksanakan car free night. Jadi,tidak ada kendaraan yang akan masuk wilayah Malioboro dari post Teteg sampai Kilometer Nol akan kosong," katanya.Baca Juga: Mendadak Lokasi di Kabupaten Magelang Ini Jadi Destinawi Wisata Durian, Yuk Buru Sebelum Kehabisan...
Suwondo memaparkan disana akan disiapkan juga pengamanan dengan sistem zona sehingga masyarakat yang datang bisa berdiri atau menikmati kegiatan di Malioboro.
Pun titik tertentu Polda juga memberikan pengamanan baik dari sisi ketertiban dan pelayanan kesehatan.
"Sifatnya rekayasa lalu lintas khusus malam tahun baru khusus dari Teteg sampai Kilometer Nol akan tidak boleh kendaraan melintas sampai pukul 05.00 pagi," tambahnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad