Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) kembali menyelenggarakan Nitilaku 2023. Kali ini, Nitilaku yang merupakan rangakaian Dies Natalis ke-74 UGM mengusung tema Kenduri Kebangsaan Merajut Tenun Ke-Indonesiaan.
"Ini tahun 11. Nitilaku yang merupakan wujud bahwa UGM lahir, tidak hanya sebagai menara gading yang sendiri. Tapi kebersamaan dengan sekitar, dengan masyarakat, Kraton Jogja yang kaitannya dengan UGM sebagai pusat kebudayaan," ujar Rektor UGM Ova Emilia, kepada para wartawan, Kamis (14/12/2023).
Kenduri Kebangsaan Nitilaku 2023 akan dilaksanakan di Bailarung UGM pada Sabtu (15/12/2023). Dilanjutkan dengan panggung Kesenian di Lapangan Pancasila UGM dengan highlight event yang terdiri dari Alumni Mengabdi Awards, Rakernas Kagama, Doa Lintas Agama untuk Bangsa. Kemudian, Kirab Budaya Nitilaku dilaksanakan pada Minggu pagi (17/12/2023), dengan rute Boulevard - Bailarung UGM.
Nitilaku merupakan kontribusi dan bakti nyata alumni bagi almamater dan bangsa, sekaligus membagikan inspirasi dan spirit perjuangan. Nitilaku sebagai kegiatan kultural historis dalam bentuk pawai sebagai simbol sejarah berdirinya Universitas Gadjah Mada. Berawal dari Siti Hinggil Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat menuju UGM di Bulaksumur."Secara rutin dan konsisiten kami tetap melakukan dan menjadi event tradisi yang perlu kita lanjutkan sehingga generasi penerus mengetahui makna dan sejarah UGM," jelas Ova.
Dalam perkembangannya, Nitilaku telah bertransformasi menjadi peristiwa budaya. Maka dalam penerjemahannya adaptif dalam kondisi jaman yang terus berubah. Nitilaku juga dimaknai sebagai perjalanan pengetahuan dan kontribusi alumni bagi bangsa dan negara. "Tema lain tentang transformasi digital. Ada sub harmonisasi, inovasi dan kemanusiaan jadi menekankan bukan hanya kemajuan tapi aspek kemanusiaan tidak bisa kita tinggalkan,’’ tambahnya.
Ketua Pokja Nitilaku 2022-2024 Bambang Paningron mengatakan, Nitilaku adalah saat yang tepat untuk memberi apresiasi dan mendorong peran alumni agar mengambil peran Migunani Tumraping Liyan.
Bambang mneyebut, ada hal spesifik Nitilaku 2023 yang harus dipahami bersama. Mengingat situasi politik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.Sebagai sebuah institusi pendidikan, Gadjah Mada beserta alumni ketika merancang Nitilaku 2023 harus mengedepankan kepentingan bangsa. “Sehingga tahun ini mengambil tema Kenduri Kebangsaan," jelasnya.
Kenduri Kebangsaan sebuah upaya untuk menjaga hubungan baik dengan sang Pemilik Alam Semesta. Upaya memohon keselamatan dan dijauhkan dari bencana dan hal buruk lainnya. Harapannya keburukan tidak terjadi sehingga membikin sebuah acara highlight kenduri kebangsaan dengan tumpengan, doa bersama lintas agama. “Tujuannya kita bersepakat bersama membangun Indonesia melalui perdamaian, mengingatkan kembali ke masyarakat untuk tidak emosional untuk menghadapi keniscayaan-keniscayaan yang akan terjadi," jelasnya. (lan/din).
Editor : Din Miftahudin