Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Momentum Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10 Menikmati Lukisan Karya 40 Pelukis

Dwi Agus. • Selasa, 12 Desember 2023 | 05:13 WIB
INDAH: Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10 berbincang dengan Kartika Affandi di Jogja Gallery, Senin malam (11/12). (Dwi Agus/Radar Jogja)
INDAH: Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10 berbincang dengan Kartika Affandi di Jogja Gallery, Senin malam (11/12). (Dwi Agus/Radar Jogja)

 

RADAR JOGJA - Raja Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Bawono ka 10 terlihat menikmati puluhan karya lukis yang tersaji di Jogja Gallery, Senin malam (11/12).

Secara detail melihat satu persatu karya yang disajikan. Para pelukis disapa satu persatu dan diminta untuk menjelaskan judul dan tema dari karyanya.


Kehadiran Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10 ini untuk membuka pameran seni rupa bertajuk Hamengku Hamangku Hamengkoni. Pameran in merupakan respon 80 tahun usia sang Raja oleh 40 pelukis. Para pelukis bebas mengekspresikan diri sesuai disiplin ilmunya masing-masing.


“Saya disamping rasa terima kasih ya, tapi juga sebetulnya bisa nggak panitianya undang ya memang disini untuk siapapun boleh untuk melihat tapi ada waktu nggak panitia undang orang-orang tertentu memang dia kolektor. Kalau saya melihatnya banyak yang bisa laku, tapi kalau punya banyak ruang kesempatan,” puji Sri Sultan Hamengku Bawono ka 10 usai meninjau pameran di Jogja Gallery, Senin malam (11/12).


Bagi Sri Sultan Hamengku Bawono ka 10, pameran ini merupakan peristiwa budaya yang penting. Terlebih dengan hadirnya seniman lintas generasi dalam pameran ini. Selain itu setiap karya yang tersaji juga memiliki karakter yang berbeda.


Melalui pameran ini, dia berharap menjadi ruang diskusi. Terutama antar seniman lintas generasi. Sehingga mampu berkolaborasi bersama menghasilkan karya yang mumpuni. Terlebih berbicara tentang keistimewaan Jogjakarta.


“Banyak kualitas produk tidak terlalu jauh antara senior dan junior. Jadi harapan saya kebebasan itu terjadi sehingga apapun yang terekam dalam pikiran dan rasa seniman ini sangat ekspresif,” katanya.


Saat ditanya karya yang paling bermakna, Sri Sultan Hamengku Bawono Ka 10 tak ingin menjawab. Menurutnya semua karya yang tersaji sangatlah apik. Selain itu memiliki corak yang beragam dengan kekuatan karakter masing-masing.

“(Lukisan berkesan) Oooo nggak usah, ndak jadi market,” candanya.


Dalam pameran ini juga tersaji karya Butet Kartaredjasa. Pria yang masih memilik trah darah Sultan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat ini menyumbangkan karyanya yang berjudul Masih Ada Ancaman. Detilnya berupa tulisan Nusantara, orang yang bersemedi dan sosok Macan.


Ditanya tentang makna, Butet membebaskan intepretasi. Namun dia memiliki sudut pandang Nusantara masih ada yang mengancam.

Ditanya kaitannya atas kejadian beberapa pekan terakhir, Butet mempersilakan tafsir yang muncul setelah melihat lukisan.


“Masih ada ancaman, wirite Nusantara Nusantara terus ada wong semedi, ono macan, tulisane masih ada ancaman. Nusantara masih ada yang mengancam,” ujarnya. (dwi)

Editor : Amin Surachmad
#Karya Lukis #Sri Sultan Hamengku Bawono ka 10