JOGJA - Zero Waste Zero Emission menjadi salah satu tujuan Pemkot Jogja. Di antaranya Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja menyelanggrakan Seminar Lingkungan Solusi Olah Sampah dengan tema 'Zero Waste Olah Sampah Melalui Kelompok Masyarakat Bank Sampah' di Hotel Royal Darmo Maliobor Jogjakarta pada Selasa (5/12/2023).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogjakarta, Sugeng Darmanto menyampaikan, penanganan sampah di Kota Jogja fokusnya lebih pada aspek kegiatan yang riil di lapangan bersama masyarakat. Terutama menerapkan metode yang efektif agar bisa menjaga Jogja bersih dari sampah.
"Mulai dari penangan Depo Sampah dan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) perlahan sudah kita tangani, tapi masih saja ada perilaku orang yang membuang sampah sembarangan," ujarnya.
Selanjutnya pada aspek non teknis yang lebih fokus pada teknologi pengolah sampah. Sugeng mengaku harus lebih bisa mengatur kerangka perencanaan yang baik untuk 2024. Ada tiga rencana yang akan dilakukan DLH Kota Jogja.
Rencana yang pertama fokusnya pada regulasi pengolahan sampah dalam bentuk yang lebih spesifik. Yang kedua regulasi pada aspek kerjasama dengan pihak lain dalam aspek penanganan dan pengolahan sampah. "Yang terakhir regulasi tentang tata kelola sampah di Kota Jogja," tandasnya.
Kepala Sub Direktorat Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wistinoviani Adnin menyebutkan beberapa permasalah sampah yang terjadi di Indonesia di antaranya karena Infrastruktur yang belum merata. Kemudian permasalahan kapasitas dan komitmen pemda, permasalahan anggaran pengelolaan sampah, permasalahan pemilihan sampah dan law enforcement.
Baca Juga: Perajin Tegel Buat Sketsa Wajah Capres, Sarana Berkreasi dan Komitmen Sukseskan Pemilu 2024
Dia menyebut, dalam Kebijakan Strategi Nasional (Jaktranas), pada 2025 menargetkan 30 persen pengurangan sampah, 70 persen penanganan sampah dan 100 persen sampah terkelola. "Target pengurungan sampah plastik ke laut juga diharapkan bisa berkurang sejumlah 70 persen," tuturnya.
Beberapa point arah kebijakan pengelolaan sampah menuju Zero Waste Zero Emission di 2040 adalah mulai dilakukanya peningkatan seluruh TPA di Indonesia untuk mengimplementasikan metode pengelolaan controlled/sanitary landfill dengan pemanfaatan gas metan pada tahun 2025, tidak ada lagi pembangunan TPA baru mulai 2030, tidak ada pembakaran liar mulai 2030, optimalisasi fasilitas pengelolaan sampah, penguatan kegiatan pemilahan sampah dan pemanfaatan sampah sebagai bahan baku daur ulang.
"Untuk masyarakat mulai melakukan pembatasan timbunan sampah dan melakukan pengomposan di rumah masing-masing. Untuk Pemerintah desa mari menerapkan pengelolaan sampah berbasis desa," tuturnya.
Menjawab tuntutan pemerintah pusat tentang pengolahan sampah daerah, Sekretaris Daerah kota Jogjakarta Aman Yuriadijaya menyampaikan TPA piyungan yang selama ini menjadi andalan dalam pengelolaan hilir persampahan Kota Jogja akan segera ditutup pada 2024. Hal itu merupakan problem yang mendasar, akan tetapi kondisi tersebut sudah diperkirakan sebelumnya oleh Pemkot Jogja.
"Sejak lima tahun yang lalu kami telah mengambil langkah secara bertahap agar mampu melakukan pemulihan pengelolaan diluar TPA regional Piyungan. Pemkot Jogja juga telah melakukan upaya proporsional dalam pengelolaan persampahan dari hulu dan hilir dengan menggunakan metode desentralisasi persampahan tanpa bergantung pada TPA Regional Piyungan yaitu dengan mengoptimalkan bank sampah di setiap Kemantren," tandasnya. (cr5)
Editor : Heru Pratomo