Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

9 Juta Orang Bergerak ke Jogja saat Nataru, Hati-Hati Pasti Macet Lur!!

Winda Atika Ira Puspita • Minggu, 3 Desember 2023 | 19:18 WIB
IKON JOGJA: Kondisi lalu lintas kendaraan bermotor di simpang empat Tugu Jogja.
IKON JOGJA: Kondisi lalu lintas kendaraan bermotor di simpang empat Tugu Jogja.

 

 


RADAR JOGJA - Tak ada antisipasi khusus yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) DIY menjelang libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru). Mengingat semakin mudahnya akses masuk menuju Jogjakarta lewat perjalanan darat.

Plh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dishub DIY Sumariyoto mengatakan, hanya ada satu pos yang disiagakan di pintu masuk ke Jogjakarta yakni di Prambanan. Juga petugas-petugas yang mobile.

"Personel kami juga terbatas. Kami hanya akan membuat posko di Prambanan saja, kemudian ada yang mobile juga," katanya Minggu (3/12).

Oyot tak bisa menampik bahwa semakin mudahnya akses masuk ke wilayah Jogjakarta. Jalan nasional yang ada di DIY terbilang 95 persen mantap. Dan didukung dengan infrastruktur jalan tol fungsional Solo-Jogja yang bakal dioperasikan pada libur Nataru mendatang.

Jalan tol Solo-Jogja akan mulai dari Exit Tol Colomadu sampai STA 13 di Karanganom, Klaten. Sehingga sudah dipastikan DIY akan mengalami kemacetan.

"Maka sudah dipastikan bahwa DIY akan macet. Yang jelas kami tidak bisa mengantisipasi karena kemactennya akan luar biasa," ujarnya.

Terlebih, diprediksi akan ada 9 juta pergerakan orang di Jogja. Di antara 883 ribunya berkunjung berwisata di Jogja. Sementara tidak ada penambahan kapasitas jalan dan tidak ada penambahan parkir di Jogja.

"Yang jelas sudah hampir dipastikan macet. Maka imbauannya adalah kepada masyarakat carilah informasi yang valid," jelasnya.

Dia meminta stakeholder terkait untuk bisa membuat informasi yang sedetail-detailnya kepada masyarakat soal titik jalan yang bisa dilintasi, agar tidak menambah kemacetan.

Kemudian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kabupaten/kota informasinya sudah memasang CCTV di semua ruas jalan yang bisa diakses oleh masyarakart.

"Sehingga masyarakat tidak terjebak di kemacetan," terangnya.

Berkaitan dengan pengoptimalan jalur-jalur alternatif untuk mengurai kemacetan, opsi ini diserahkan kepada masyarakat.

"Jalur alternatif untuk saat ini biar masyarakat sendiri yang memilih melalui google map, sebab informasi disitu juga sudah lengkap," tambahnya.

Selain itu, terkait ketersediaan tempat parkir yang terbatas terutama di jantung Kota Jogja seperti Kawasan Jalan Malioboro. Terlebih, bus berdimensi besar yang masuk jantung kota dipastikan bakal menambah kemacetan.

Dia menyarankan agar kendaraan bus maupun pribadi roda empat bisa diparkirkan di area Bandara Adisutjipto.

"Lalu ke Kota Jogja menggunakan Trans Jogja atau KRL, harapannya begitu," tambahnya.

Sebelumnya Sekprov DIY Beny Suharsono mengatakan saat Nataru akan dilakukan pemecahan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan. Tak hanya itu, rekayasa lain juga bakal dilakukan seperti manajemen tempat khusus parkir (TKP).

Bisa dimungkinkan akan diatur agar tidak ada penumpukan di TKP maupun antrean yang masuk. Sehingga tidak turut berpotensi menambah kemacetan.

"Misalnya sebelum masuk kota pengunjung sudah bisa melihat berapa yang tersedia. Sehingga misalnya kalau tinggal sedikit kapasitas parkirnya bisa distop masuk kota, arah ke tempat lain," tambahnya. (wia/laz)

Editor : Satria Pradika
#nataru #Plh #dishub diy #Diskominfo