Berbagai layanan dan fasilitas terus dikembangkan di ranah transportasi publik, hal tersebut dilakukan guna terus meningkatkan trafik pengguna transportasi publik. Teranyar, KAI commuter baru saja melakukan sosialisasi terkait pembaruan aplikasi C-Access.
Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Asdo Artriviyanto menjelaskan, pembaruan aplikasi C-Access diharapkan bisa menjadi salah satu langkah nyata untuk menjalankan visi perusahaan di antaranya adalah memberikan kenyamanan setara bagi pengguna."Perkembangan ini semoga mendorong industri transportasi umum, kami buat dengan tampilan user friendly," katanya saat sosialisasi di Stasiun Tugu Jogjakarta, Sabtu (2/12).
Asdo berharap, lewat berbagai kemudahan dan fitur yang diberikan bagi pengguna, hal tersebut bisa lebih efektif untuk membantu pengguna saat melakukan transaksi."Kami dorong pengguna pakai aplikasi ini, tanpa perlu datang ke stasiun, registrasi hingga tiket bisa melalui aplikasi," paparnya.
Asdo mengungkapkan, secara trafik pengguna commuter line maupun Prameks di wilayah Daop 6 yang merupakan ranah akomodasi KCI juga cukup tinggi. Apalagi saat memasuki weekend. Hal tersebut diakuinya juga potensial untuk berdampak pada sub sektor lainnya seperti ekonomi dan pariwisata."Trafik di Daop 6 Jogjakarta ini cukup bagus untuk commuter maupun Prameks," sebutnya.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) DIJ Anita Verawati turut mengapresiasi pembaruan yang dihadirkan ini. Anita juga meyakini pembaruan tersebut benar memiliki dampak positif terhadap sektor pariwisata.
"Kemudahan akses transportasi umum tentu berdampak dan jadi angin segar bagi pariwisata di DIJ," ungkapnya.
Disebutnya, secara umum Dispar DIJ juga terus mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi umum. Karena hal tersebut juga berdampak pada pengurangan kemacetan di jalan.
Selain itu, berbagai kemudahan yang ditawarkan transportasi umum juga bisa memantik kepercayaan wisatawan luar daerah yang hendak mengunjungi DIJ. Akses hingga layanan dan moda transportasi umumnya sudah memadai."Ketika orang mau ke Jogja, salah satu yang dipikirkan itu aksesnya. Jadi akses harus diutamakan salah satunya lewat kemudahan transportasi umum," pesannya.
Dispar DIJ juga sangat terbuka dengan potensi kerja sama yang mungkin bisa dijalin dengan KCI ke depannya. Dia menilai secara konsep aplikasi C-Access bisa diintegrasikan dengan aplikasi lain seperti Visiting Jogja.”Bisa juga kerja sama, misalnya dengan Visiting Jogja agar terintegrasi dari tiket perjalanan, hingga tujuan dan lainnya," tandasnya (iza/din).
Editor : Din Miftahudin