JOGJA - Gubernur DIY Hamengku Buwono X melantik dewan direksi baru PT Anindya Mitra Internasional (AMI). Ada direktur utama, direktur keuangan, dan direktur operasional.
Jajaran direksi yang baru diminta meningkatkan nilai laba bersih dan pendapatan asli daerah (PAD) DIY dengan optimalisasi berbagai aset yang dimiliki.
HB X mengatakan, peningkatan laba dapat diupayakan dengan optimalisasi berbagai aset yang dimiliki PT AMI. Antara lain, Hotel Jogja Loman (eks Prime Plaza), sebagian Hotel Maliabara, Kawasan Telogo Putri, Taman Bermain Kaliurang, vila-vila di Kaliurang, eks Sagan Resto, Bangunan Mirota Batik, dan beberapa aset tanah atau bangunan gedung lainnya.
“Jajaran direksi diharapkan dapat meningkatkan diversifikasi produk, meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan, meningkatkan kemampuan pemasaran, serta upaya lain yang sekiranya diperlukan untuk menjaga kesehatan ekonomi PT AMI,” katanya disela melantik di Gedhong Pracimasana Kompleks Kepatihan Kamis (9/11).
Raja Keraton Jogjakarta itu menjelaskan, pasca pelantikan ini mengharuskan jajaran direksi bergerak cepat untuk merumuskan tata hubungan kerja organ perseroan.
Juga, menyusun rencana bisnis, menyusun rencana kerja perusahaan dan mempersiapkan kerja sama dengan mitra-mitra potensialnya.
Semua itu, harus mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Hal ini perlu dilakukan, mengingat, PT AMI yang merupakan BUMD Pemprov DIY yang sejak tahun 1987 telah menjadi gabungan beberapa Perusahaan Daerah.
Unit bisnis PT AMI meliputi realty, transportasi, pariwisata, percetakan, air minum dan pertambangan.
"Kesemuanya itu adalah ujung tombak pelayanan pada kebutuhan primer masyarakat," ujarnya.
Sejauh ini total aset PT AMI pada tahun 2022 mencapai Rp 55,26 miliar. Dengan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 1,57 miliar.
Jumlah ini adalah tantangan Dewan Direksi baru PT AMI periode 2023-2028 yang baru saja dilantik untuk meningkatkan laba bersih dan PAD DIY.
Beberapa direksi baru salah satu BUMD milik pemprov yang dilantik itu sebagai bentuk organizational recharge. Berdasarkan SK Gub No 369/KEP/2023, Priyatno Bambang Hernowo menduduki posisi direktur utama, T.M. Fuad Hassan sebagai direktur keuangan. Suryo Albar sebagai direktur operasional.
"Mereka dipilih berdasarkan fit and proper test, melalui pencermatan dari aspek-aspek profesionalisme dan kompetensi, serta penjabaran visi-misi ke dalam strategic planning dan langkah-langkah operasional," tambahnya.
Direktur Utama PT AMI Priyatno Bambang Hernowo mengatakan, bersama tim berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada warga DIY. Selain itu, dalam sisi ekonomi, dapat pula meningkatkan PAD.
Menurutnya, dengan masuknya Dewan Direksi baru ini PT AMI memiliki capacity development internal, untuk meningkatkan performanya.
"Kami akan menjalankan pesan-pesan beliau (HB X) sehingga korporasi ini akan lebih baik lagi dalam hal kinerjanya. Kinerja yang utama yaitu pelayanan, kemudian aspek bisnisnya, sisi laba, sisi aset dan PAD,” katanya.
Disinggung mengenai operasional Trans Jogja, dia menyebut bahwa unit itu merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. Trans Jogja berupaya memberikan layanan transportasi sebaik-baiknya, dengan 128 armada.
“Dari sisi operasional kami memang harus meningkatkan kinerja dari trans Jogja sehingga ultimate-nya adalah load factor-nya akan naik,” ujarnya.
Adapun load factor atau faktor muat penumpang Trans Jogja saat ini masih diklaim rendah yaitu berkisar 25 persen. Dari sisi kerugian tidak ada transaksi antara negara dan warga. Maka untuk memberikan pelayanan yang lebih baik ada public service obligation (PSO).
"Bagaimana operasional itu menjadi salah satu kekuatan kita yang load factor kita sekarang 25 persen itu bisa lebih banyak lagi. Warga DIY memiliki Trans Jogja dan menggunakan secara penuh, itu dari sisi operasional yang harus kami tingkatkan ultimatenya load factornya naik
sekilas perlu saya dalami lebih lanjut," jelasnya.
Disinggung mengenai kemungkinan menambah rute terkait dengan Sumbu FIlosofi, disebut hal itu belum menemukan urgensi. Apalagi mengingat armada saat ini masih belum memungkinkan untuk menambah rute.
“Armada saat ini kami pakai yang lama, jadi masih ada sekitar tujuhtahun. Dari sisi maintenance-nya harus lebih baik agar kinerjanya bisa tetap maksimal. Itu dulu yang kami dahulukan,” tambahnya. (wia)