Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Selama Disdagfest #2 di Pasthy, Gelar Pasar Murah, Jual Bapok di Bawah Harga Pasar

Heru Pratomo • Kamis, 9 November 2023 | 11:36 WIB
DIALOG: Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo berbincang dengan salah satu warga yang membeli bahan pangan bawang merah pada kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kemantren Kotagede.
DIALOG: Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo berbincang dengan salah satu warga yang membeli bahan pangan bawang merah pada kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kemantren Kotagede.

 

RADAR JOGJA – Saat harga-harga barang kebutuhan pokok (bapok) naik, Pemkot Jogja melalui Dinas Perdagangan (Disdag) menggelar Pasar Murah Bazar Sembako. Jadi bagian dari acara Disdagfest #2 yang digelar di Pasthy mulai Jumat hingga Minggu (10-12/11).

“Bapok yang dijual di Pasar Murah selama Disdagfest ini di bawah harga pasar karena mendapat subsidi dari APBD Kota Jogja,” kata Kepala Bidang Ketersediaan, Pengawasan, dan Pengendalian Perdagangan Disdag Kota Jogja Sri Riswanti Rabu (8/11). Kegiatan ini juga bekerjasama dengan Bulog dan toko swalayan, untuk menyediakan bapok dan kebutuhan lainnya dengan harga lebih murah. “Juga menjadi bagian upaya TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) untuk menjaga inflasi.”

Selama tiga hari gelaran Disdagfest #2, pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 20 ton bapok. Terdiri dari berbagai jenis. Dia mencontohkan seperti komoditi beras, yang diambilkan dari Bulog. Harga yang ditawarkan per 5 kilogram (kg), untuk beras premium Bawana Rp 61.000, BerasKita premium Rp 60.000 dan bera medium Rp 51.000. “Di toko-toko harganya rerata masih di atas Rp 70.000, harapanya ada Pasar Murah ini harga di pasaran juga bisa turun,” ungkapnya.

Selain itu, juga disediakan bapok lain seperti telur ayam, terigu, minyak goreng, gula pasir hingga bawang merah dan putih. Konsepnya, kata dia, bukan membeli paketan. Tapi warga dibebaskan untuk memilih bapok yang diperlukan. Untuk waktunya, pada hari pertama pembukaan Jumat dimulai dari pukul 15.00. Kemudian pada Sabtu mulai pukul 10.00 dan Minggu 08.00. “Kuotanya untuk Pasar Murah selama Disagfest ini 20 ton yang akan dibagi dalam tiga hari penyelenggaraan,” tuturnya.

Tapi, lanjut dia, secara keseluruhan untuk gelaran Pasar Murah ini disdag mendapatkan kuota dari APBD Kota Jogja sebanyak 50 ton. Hanya saja, sebanyak 30 ton sisanya akan disebar ke enam kemantren di Kota Jogja. Yang belum mendapatkan program Gerakan Pangan Murah dari Badan Pangan Nasional. “Untuk Pasar Murah ini kami bebaskan warga yang mau membeli, tak berdasarkan KTP,” ungkapnya.

Terkait dengan harga-harga bapok di pasaran yang cenderung mengalami kenaikan, Riswanti tak membantahnya. Pasar Murah ini menjadi salah satu cara untuk bisa menurunkan harga-harga di pasaran. Menurut dia, harga bapok tergantung banyak aspek. Termasuk iklim, cuaca hingga ketersediaan air. Seperti untuk cabai. Disdag sudah cek ke sentra di Bantul. Petani sudah menanam. “Tapi memang tak semua (tanaman) bisa menghasilkan karena sawahnya kurang air dan panas terik belakangan ini,” jelasnya.

Apalagi Kota Jogja yang mengandalkan pasokan bapok dari luar daerah. Antisipasi pun sudah dilakukan. Seperti MoU dengan Pemkab Bantul terkait ketersediaan bawang merah. Jika kebutuhan di Bantul sudah terpenuhi akan dikirim ke Kota Jogja.

Begitupula untuk komoditi beras. Kota Jogja, kata dia, beruntung karena menjadi lokasi pantau untuk wilayah DIJ. Sehingga stok dan harga beras di Kota Jogja akan terus dipantau. “Terakhir  ada pasokan sekitar 250 ton komoditas ke Jogja, itu sangat membantu stok dan pengendalian harga,” tuturnya.

Sementara itu Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo di sela pemantauan Gerakan Pangan Murah di Kemantren Kotagede menyebut, pantauan pemkot, harga bahan pangan di pasar seperti gula pasir, minyak goreng dan telur ayam cukup tinggi. Sedangkan harga paling tinggi di pasar adalah beras dan yang merambat naik adalah cabai. Pemkot Jogja melakukan intervensi untuk memberikan kestabilan dari pasokan maupun harga.“Kami lakukan gerakan pangan murah dalam rangka untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan,” katanya. (pra)

Editor : Heru Pratomo
#Pasthy #Disdag #harga #pasar murah #Jogja #bapok