RADAR JOGJA - Berawal dari keinginan menciptakan ruang kolektif yang aman dan nyaman bagi anak-anak maupun orang tua. Dan, ini menjadi salah satu upaya yang terus dilakukan oleh Wuffy Space Jogjakarta.
FAHMI FAHRIZA, Jogja
Meski baru beroperasi sejak Februari 2023, nyatanya Wuffy Space kini jadi salah satu ruang kolektif yang dipilih para orang tua bersama anak-anaknya. Hal itu terbukti dari pengunjung Wuffy Space yang berkisar rentang 1.000 hingga 1.500 anak per bulannya.
Owner Wuffy Space Jogjakarta Aji Nur Afifah mengungkapkan, secara konsep Wuffy adalah sebuah kafe yang dikombinasikan dengan playground ramah anak dan store. "Kami mengakomodasi banyak kelas yang diperuntukkan bagi anak-anak," jelasnya kepada Radar Jogja kemarin (22/10).
Diakui Apik, panggilan akrabnya, spirit menciptakan ruang yang ramah bagi anak karena ingin memfasilitasi para keluarga untuk melakukan family time. Disebutnya para orang tua terkadang sulit mencari tempat yang ideal untuk keperluan meeting atau hal lain sambil membawa anak.
Wuffy sendiri hadir untuk menjawab keresahan itu. "Tidak semua tempat aksesibel untuk anak. Kami ada playground untuk anak dan area untuk orang tua ngobrol atau meeting," tambahnya.
Dalam prosesnya, Wuffy banyak menggelar kelas-kelas yang diproyeksikan bagi tumbuh kembang anak. Ini menyesuaikan dengan usianya, mulai baca tulis, crafting, sains, cooking class hingga messy play.
Ragam kelas itu dihadirkan, salah satunya karena passion Apik yang antusias soal parenting dan dunia anak. Tak hanya itu, ia juga membuat komunitas dan memberikan kegiatan bagi para orangtuan. "Untuk orang tua kami ada kumpul rutin, juga mulai dari arisan hingga pound fit," ungkapnya.
Apik menekankan, pada dasarnya anak tetap tanggung jawab orangtua. Wuffy hadir hanya mendampingi dan membantu menemani tumbuh kembang anak. "Banyak saran untuk membuka day care. Tapi Wuffy tetap menekankan bahwa anak itu tanggung jawab orang tua," tegasnya.
Trafik kunjungan Wuffy sendiri dijelaskan Apik cukup stabil. Umumnya per bulan bisa mengakomodasi lebih dari 1.000 anak. "Pas weekend sehari bisa 100 anak. Weekday 30 sampai 50 anak umumnya," ungkapnya.
General Manager Wuffy Erni Widia merinci, dominasi market Wuffy masih datang dari wilayah Jogjakarta. Namun pada saat musim liburan, banyak pengunjung datang dari luar kota.
Disebutnya ada juga market tak terduga yang datang ke Wuffy. Contohnya pasangan yang belum atau tidak memiliki anak, bahkan ada juga para pelajar yang menyambangi Wuffy. "Banyak juga bule datang. Setiap bulan selalu ada satu keluarga bule yang ke sini," tuturnya.
Erni membeberkan, anak-anak yang berkunjung umumnya berusia satu hingga 10 tahun. Namun market paling dominan datang dari usia tiga hingga empat tahun atau kategori pre school.
Dalam pelaksanaannya banyak tantangan yang dihadapi seputar dunia anak. Antara lain rasa penasaran yang tinggi untuk mencoba hal-hal baru. "Main sama anak sering tidak terduga, mereka eksplorasi semaunya. Kadang agak ekstrem dan perlu penjagaan ekstra," ujarnya.
Ke depan Apik maupun Erni berharap Wuffy bisa jadi perantara ilmu bagi orang tua dan dapat mengakomodasi keinginan anak. Selain itu juga bisa jadi tempat yang tidak saja mengedukasi, tapi juga aman dan aksesibel bagi semua pihak. (laz)