JOGJA - Salah satu jenis perabotan rumah tangga yang satu ini pasti tidak asing lagi. Bahkan, mungkin di dapur pada setiap rumah punya perabot ini.
Orang Jawa kerap menamai benda ini tampah. Bentuknya bulat dan terbuat dari anyaman bambu.
Di sisi tepi, anyaman bambu diikat menggunakan tali. Di tepiannya juga ada semacam rangka dari bambu. Rangka ini menjadikan tampah terlihat punya ketinggian.
Namun, jangan heran jika saat membeli di pasar ditawari tampah dengan nama yang berbeda. Setidaknya ada dua jenis perabot lainnya yang sekilas berbentuk sama dengan tampah, hanya saja berbeda nama.
Salah seorang pedagang produk anyaman bambu di Pasar Beringharjo Jogjakarta, Yanti, menyebut ada jenis lainnya yakni tambir. Sekilas tambir sangat mirip dengan tampah. Namun, tambir tak punya rangka bambu di tepinya.
"Ada juga irik tampah. Bentuknya seperti tampah, hanya saja lubang anyaman bambu lebih besar. Biasanya digunakan untuk meniriskan gorengan," ujar Yanti saat tengah mendampingi suaminya berjualan di Pasar Beringharjo, Jumat (20/10).
Yanti menyebut, ada berbagai ukuran tampah. Mulai paling kecil dengan diameter 25 cm hingga yang paling besar mencapai diameter satu meter.
Harganya pun bervariasi. Mulai dari Rp 8 ribu untuk ukuran paling kecil dan Rp 60 ribuan untuk diameter paling besar.
Meski terbilang perabot tradisional, Yanti menyebut tampah masih sering diburu. Biasanya dicari oleh ibu-ibu rumah tangga untuk mengayak beras.
Selain itu, tampah paling besar juga sering dicari. Biasanya oleh produsen tempe untuk menjereng kedelai.
Namun, tampah dengan diameter di bawah 50 cm menjadi yang paling banyak dipesan. Kebanyakan, pembeli datang dari kalangan hotel dan resto. Biasanya digunakan untuk plating atau konsep hiasan makanan tradisional.
"Biasanya dibutuhkan untuk tempat menghias makanan, bisa juga untuk tempat tumpeng, jajan pasar kan sekarang pakai itu," kata warga Sleman ini.
Yanti menuturkan, tak sulit dalam merawat tampah. Pemakai hanya perlu memastikan tampah tercuci hingga bersih usai digunakan. Lalu, jangan sampai ada lemak ataupun minyak yang tersisa.
"Kalau tidak, nanti bisa jamuran," imbuhnya. (isa)
Editor : Amin Surachmad