Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masih Ada yang Ngelimpekke, Bolak-balik Muncul Tumpukan Sampah, Kelurahan Bumijo Kencangkan Pengawasan

Annissa Alfi Karin • Jumat, 20 Oktober 2023 | 19:53 WIB
AWASI: Kondisi tempat pemberhentian bus Jalan Tentara Rakyat Mataram, Bumijo, Jetis, Kota Jogja yang kerap menjadi tempat pembuangan sampah ilegal, Jumat (20/10). (Alfi Annissa Karin/Radar Jogja)
AWASI: Kondisi tempat pemberhentian bus Jalan Tentara Rakyat Mataram, Bumijo, Jetis, Kota Jogja yang kerap menjadi tempat pembuangan sampah ilegal, Jumat (20/10). (Alfi Annissa Karin/Radar Jogja)

 

JOGJA - Jajaran pemangku wilayah Kelurahan Bumijo, Jetis kencangkan upaya pengawasan. Ini sebagai tindak lanjut adanya titik tumpukan sampah di tepian jalan yang tak kunjung selesai.

Tepatnya, ada di tempat pemberhentian bus Trans Jogja di Jalan Tentara Rakyat Mataram, Bumijo, Jetis, Kota Jogja.

Berdasarkan pantauan Radar Jogja, Jumat siang (20/10) lokasi itu hanya tampak ada sedikit sampah berserakan. Namun, ketika mendekat ada sejumlah kantong-kantong sampah dibuang di tempat yang tersembunyi.

Di sisi belakang tempat pemberhentian bus juga ada beberapa kantong sampah. Bahkan, ada juga abu sisa sampah yang dibakar.

Lurah Bumijo Ani Purwanti menjelaskan pihaknya menggandeng Satlinmas kelurahan untuk melakukan pemantauan.

Bahkan, dia juga turut terjun langsung menjaga titik lokasi tersebut agar tak lagi ada warga yang membuang sampah di sana.

"Masih ada saja yang ngelimpekke. Pas penjaga pulang sebentar, tahu-tahu sudah ada sampah, bolak-balik seperti itu," ujar Ani saat dikonfirmasi, Jumat (20/10).

Ani menyebut meski sampah rutin diangkut dan pemantauan selalu dilakukan, tapi tak lama sampah di lokasi itu akan kembali menumpuk.

Dia cukup kewalahan. Bahkan hanya selang satu hingga dua malam saja penumpukan sampah kembali terjadi.

Dia menuturkan, kebanyakan pembuang sampah di lokasi itu adalah pengendara jalan yang melintas. Ini juga karena lokasinya yang terbilang sangat strategis dan mudah dijangkau.

Paling sering sampah dibuang saat dini hari, sekitar pukul 02.00-03.00. Menurutnya, ini merupakan waktu-waktu orang datang ke pasar.

"Iya betul banget (strategis) karena orang pada ke Pasar Kranggan sambil lewat situ terus buang ke situ," imbuhnya.

Salah satu warga Bumijo, Aris mengaku terganggu dengan kondisi tumpukan sampah di lokasi itu. Aris sehari-hari menjalankan usaha pembuatan pelat motor.

Lokasinya terbilang sangat dekat dengan tempat pemberhentian bus yang kerap jadi tempat tumpukan sampah.

"Iya terganggu, mulai dari baunya dan mengganggu pemandangan juga," katanya.

Dia mengaku sudah lelah menghadapi kondisi sampah yang terus-terusan menumpuk. Kebanyakan pengendara jalan, lanjutnya, sembrono membuang sampah begitu saja.

Paling parah sampah bahkan hingga meluber ke jalan. Jika tumpukan benar-benar tak terkendali, dia terpaksa harus membakarnya di sisi belakang tempat pemberhentian bus.

Aris mengakui ini bukanlah tindakan yang benar. Namun, dia juga tak tahu lagi bagaimana caranya agar tak ada lagi sampah di sana.

"Harapannya ya sampah lebih sering lagi untuk diangkut dan masyarakat jangan lagi buang sampah di situ," harapnya. (isa)

Editor : Amin Surachmad
#Tumpukan Sampah #trans jogja