Winda Atika Ira Puspita• Selasa, 10 Oktober 2023 | 21:24 WIB
DITES DULU: Petugas melakukan uji emisi kendaraan yang dilaksanakan secara gratis di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Jogja, Kamis (14/9/23). Guntur aga tirtana/radar jogja
JOGJA - Ratusan kendaraan bermotor baik roda dua dan empat dilakukan uji emisi, utamanya yang melintasi kawasan Malioboro di depan Kantor DPRD DIY Selasa (10/10/2023).
Dari 102 kendaraan bermotor yang masuk, 17 di antaranya tak lolos uji.
Upaya uji emisi ini untuk mendukung kawasan Malioboro yang telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia dari Indonesia dengan skema low emission zone atau rendah emisi.
Plh Kepala Dinas Perhubungan DIJ Sumariyoto mengatakan, momentum uji emisi di sumbu filosofi kali ini perdana dilakukan.
Sebagai upaya memitigasi dan mengukur seberapa besar emisi yang ditimbulkan oleh kendaraan bermotor di sumbu filosofi untuk menekan polusi udara salah satu sumber utama dari emisi kendaraan bermotor.
Uji emisi dilakukan untuk mengetahui tingkat zat-zat berbahaya yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor, yang tidak hanya berdampak buruk terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap kesehatan manusia.
Dengan melakukan uji emisi secara teratur, pemerintah dapat menilai dan mengendalikan kadar emisi yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor.
"Memang ini bukan kegiatan seperti biasa, kami memang ada kegiatan penegakan hukum tapi tidak harus dengan melalui denda. Tapi juga bisa memberikan edukasi pemahaman kepada masyarakat," katanya disela uji emisi di depan Kantor DPRD DIY.
Oyot sapaan akrabnya itu menjelaskan pengendalian emisi gas buang kendaraan menjadi suatu hal yang sangat diperlukan.
Serta terdapat berbagai manfaat dari uji emisi yang dilakukan secara rutin pada kendaraan.
"Nanti yang lulus uji emisi kita kasih stiker, yang tidak (lulus) mereka tanda tangan biar tahu untuk segera memperbaiki kendaraannya," ujarnya.
Dari hasil uji emisi yang dilakukan hingga siang, terdapat 102 kendaraan bermotor yang masuk.
Dari jumlah itu, total kendaraan yang diperiksa sebanyak 66 kendaraan dan sisa 36 kendaraan tidak terperiksa karena alat pemeriksaan terbatas sementara posisi antrean panjang.
Pun alat pemeriksa tersebut membutuhkan waktu pembacaan yang cukup lama.
"Dari hasil uji emisi nanti kita akan coba analisa, tentu ini bukan bisa mewakili ya karena ini kan hanya ramp check. Nanti kita hitung jumlah kendaraannya dan volumenya di malioboro berapa," jelasnya.
Lebih lanjut, Oyot menjelaskan salah satu manfaat utama dari hasil uji emisi adalah sebagai acuan untuk mengetahui sejauh mana kondisi mesin kendaraan yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari khususnya di sumbu filosofi Malioboro.
"Dengan mengetahui hasil uji emisi, pemilik kendaraan kami minta segera mengambil tindakan perawatan yang diperlukan agar kendaraannya memperoleh hasil uji emisi yang ideal," sambungnya.
Menurutnya, jika hasil uji emisi menunjukkan nilai di atas ambang batas yang ditetapkan, hal ini menandakan bahwa sistem pembakaran kendaraan tidak berada dalam kondisi yang baik.
Apabila terdapat tanda tanda adanya emisi gas buang yang tinggi, pemilik kendaraan dapat melakukan pemeriksaan pada komponen-komponen seperti katalitik konverter, filter udara, intake manifold, atau bahkan busi dan coil kendaraan.
"Bahaya polusi itu tidak hanya yang berbahan bakar disel ternyata yang berbahan bakar bensin juga sangat membahayakan. Tahap awal ini kita hanya memberikan edukasi ke masyarakat, juga akan melihat sejauh mana emisi yang ditimbulkan kendaraan bermotor di sumbu filosofi Malioboro ini," terangnya.
Pun dengan penetapan Sumbu Filosofi Jogjakarta sebagai salah satu warisan dunia dari Indonesia membawa konsekuensi pula pada tahapan melestarikan kawasan ini sebagai sumbu filosofi.
Salah satunya, berkaitan dengan lalu lintas dan polusi udara.
"Karena nanti konsepnya (Malioboro) adalah full pedestrian di tahun 2025 targetnya. Jadi kendaraan tidak bermotor plus Trans Jogja saja yang bisa masuk," tambahnya.
Oyot menyebut, kendaraan bermotor meskipun rendah emisi pun wacananya dilarang masuk kawasan Malioboro jika sudah diberlakukan full pedestrian nantinya.
Sebab, ekosistem di kawasan Sumbu Filosofi pun masih terus dalam tahap pembangunan.
"Kalau target pedestrian dari Tugu sampai Panggung Krapyak, cuma pedestrian fasilitas untuk privilege pejalan kaki maka yang harus dilakukan dari PU yang harus memperbaiki trotoarnya," ungkapnya.
"Di Tugu sampai teteg kan sudah bagus, dalam waktu dekat yang akan di rehab dari titik knol sampai Panggung Krapyak, terutama setelah plengkung gading itu akan ditata lagi untuk pedestrian," imbuhnya.
Seorang pengendara Rohman mengatakan, setiap hari melakukan mobilitas melintasi kawasan Malioboro untuk mengirim kerupuk ke pasar tradisional dengan menggunakan roda duanya.
Pun setiap hari laju dari Klaten ke Jogja. Namun kendaraan roda duanya itu lolos uji emisi meskipun bulan ini terlambat melalukan perawatan kendaraannya.
"Hasilnya lulus, meski penggantian oli kemarin sempat telat belum diganti oli. Tapi masih mulus," katanya. (wia)