Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kejurda Paralympic NPC II DIY 2023 Bakal Melibatkan Atlet Inklusi

Rizky Wahyu Arya Hutama • Selasa, 3 Oktober 2023 | 02:54 WIB
OPTIMISTIS: Ketua Umum NPC DIY Hariyanto dan Ketua Panitia Kejurda NPC DIY 2023 Juned Etri Seaga saat menerangkan Kejurda NPC II DIJ 2023 di Kantor BPO DIY. (RIZKY WAHYU/RADAR JOGJA)
OPTIMISTIS: Ketua Umum NPC DIY Hariyanto dan Ketua Panitia Kejurda NPC DIY 2023 Juned Etri Seaga saat menerangkan Kejurda NPC II DIJ 2023 di Kantor BPO DIY. (RIZKY WAHYU/RADAR JOGJA)

 

JOGJA - Kejuaraan Daerah (Kejurda) National Paralympic Committee (NPC) II 2023 DIY akan segera dilaksanakan pada tanggal 3-7 Oktober mendatang.

Pada ajang kali ini akan ada sejumlah atlet dari sekolah inklusi dan sekolah luar biasa (SLB) di Jogja yang akan berpartisipasi dalam ajang  tersebut.


Ada 11 cabang olahraga (cabor) yang akan dilombakan dalam ajang tersebut. Ajang tersebut akan digelar serta dibagi ke sejumlah venue di Jogja.

Yakni, Stadion Mandala Krida, GOR FKIP UMBY kampus 2 Wates, Hotel Ruba Graha Yogyakarta, GOR Bulutangkis Pleret, hingga Stadion Sultan Agung.


Ketua Umum NPC DIY Hariyanto menjelaskan, Kejurda NPC DIY ajang Kejurda kali ini bertujuan untuk menemukan atlet terbaik sebagai persiapan untuk event olahraga bergengsi nasional.

Tahun ini ajang tersebut merupakan salah satu agenda untuk pembinaan atlet dan juga menemukan bibit atlet usia muda di wilayah setempat. 


"Ajang ini dikonsep sedikit berbeda dibandingkan penyelenggaraan perdana pada 2018 lalu. Salah satunya soal keterlibatan dari SLB dan sekolah inklusi yang tujuannya untuk persiapan event olahraga ke depan," ujarnya (2/9) kepada para wartawan.


Hariyanto menyebut pelibatan para atlet dari sekolah inklusi dan SLB yang ikut dalam ajang tersebut rata-rata berusia 10 tahun ke atas.

Pelibatan itu merupakan komitmen NPC DIY agar keberlangsungan atlet di wilayah setempat selalu muncul. 


Tak hanya itu saja, para atlet dari sekolah inklusi dan SLB yang ikut ajang itu. Nantinya, mereka akan dipantau oleh para pencari bakat untuk direkomendasikan ke kabupaten atau kota masing-masing agar mendapat pembinaan lebih lanjut bagi yang berprestasi. 


"Sehingga di Peparnas 2028 mendatang, meraka sudah bisa ikut serta. Tujuan kami memang untuk jangka panjang," tegasnya.


Dari sebelas cabor yang diperlombakan dalam Kejurda NPC 2023 ini. Sebanyak 520 atlet difabel yang ikut serta. Dan mereka terdiri dari tuna daksa, netra, tuli, dan tunagrahita.

"Hasil Kejurda ini juga jadi catatan evaluasi pembinaan prestasi baik itu dari Pelatda dan luar Pelatda agar kami olah jadi bahan peningkatan prestasi ke depan," ucap Hariyanto.


Ketua Panitia Kejurda NPC DIY 2023 Juned Etri Seaga mengungkapkan, dalam ajang Kejurda 2023 ini. Cabor atletik menjadi perlombaan yang paling banyak diikuti pesertanya dengan jumlah total 146 orang.

Selanjutnya juga ada angkat berat dengan 33 peserta, boccia 37 peserta, bulutangkis 72 peserta, catur 50 peserta, judo blind 12 peserta, lawn bowls 36 peserta, panahan 25 peserta, para taekwondo 11 peserta, tenis kursi roda 20 peserta dan tenis meja 78 peserta. 


Juned juga mengungkap jika nantinya dalam ajang Kejurda 2023 itu tidak ada pembeda antara atlet senior dengan atlet dari sekolah inklusi maupun SLB. Mereka digabungkan ke dalam pertadingan sesuai dengan cabor yang diikuti.


"Kejurda ini kami jadikan sebagai ajang pemantauan kepada atlet dari SLB dan sekolah inklusi. Kami pasang penanggung jawab di setiap cabor untuk melaporkan atlet pelajar yang bagus untuk kemudian mendapat pembinaan," tandasnya. (ayu) 

Editor : Amin Surachmad
#NPC #National Paralimpic Committee