RADAR JOGJA - Kapolda DIJ Irjen Pol Suwondo Nainggolan mengatakan, jajaran lalu lintas Polri terus menunjukkan kinerja positif. Hal itu untuk memastikan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (kamseltibcar) lalu lintas pada berbagai kegiatan tingkat nasional maupun internasional sepanjang 2023.
Suwondo mengklaim, apresiasi positif masyarakat terhadap jajaran lalu lintas Polda DIJ terus meningkat. Pencapaian itu berkat adanya modernisasi pelayanan publik. Seperti penyelenggaraan Electronic Registration and Identification (ERI), penindakan pelanggaran lalu lintas dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), samsat online, dan pelayanan SIM online.
"Selain itu ada SIM drive thru khusus difabel dan berbagai inovasi pelayanan publik berbasis teknologi informasi," ucap kapolda saat menghadiri syukuran Hari Lalu Lintas (Harlantas) ke-68 Bhayangkara di Stadion Maguwoharjo, Depok, Sleman, kemarin (25/9).
Jenderal bintang dua ini berharap dari berbagai capaian yang telah diraih itu, tidak membuat jajaran lalu lintas Polda DIJ cepat berpuas diri. Menurutnya, hal itu dijadikan sebagai pemacu semangat dan motivasi dalam menghadapi tantangan tugas. Pria 51 tahun ini pun meminta Ditlantas terus kembangkan kapasitas SDM.
Satu di antara caranya dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melalui program pendidikan dan pelatihan dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks. Pembuatan SIM untuk para penyandang disabilitas di DIJ dilakukan kolektif. Hal itu karena fasilitas kesehatannya yang saat ini masih terbatas.
Di DIJ baru RS Bhayangkara dan RSA UGM yang melayani tes kesehatan untuk pembuatan SIM bagi penyandang disabilitas. "Jadi yang dari Gunungkidul dan Kulon Progo kami jemput, dilakukan pemeriksaan kesehatan. Jika sudah selesai dan dinyatakan sehat atau memenuhi syarat untuk memperoleh SIM, lalu tes teori," tambahnya.
Jika peserta tes mengalami kesulitan, akan diberikan pendampingan untuk mengerjakan soal yang ada. Setelah itu ada juga ujian praktik yang harus dilalui. Ujian praktik juga dilakukan secara kolektif.
Suwondo berdalih, jika dilakukan satu persatu pemohon datang ke dua rumah sakit yang menyediakan fasilitas jaraknya terlalu jauh bagi sejumlah penyandang disabilitas. "Ini cost mereka terlalu tinggi dan juga merepotkan. Nah untuk itu, kami lakukan secara kolektif," ungkapnya. (rul/laz)
Editor : Satria Pradika