RADAR JOGJA - Para siswa kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 6 Bantul diberikan penyuluhan kesehatan reproduksi. Pengetahuan kesehatan tersebut diberikan melalui dua perspektif, yakni medis dan agama.
Edukasi kesehatan reproduksi diperlukan khususnya bagi remaja agar bisa merawat dan menjaga organ tubuhnya dengan baik. Termasuk mencegah dan menghindari perilaku yang tidak bertanggungjawab.
Kepala MTsN 6 Bantul Mafrudah mengatakan kegiatan merupakan langkah penting dalam memberikan pengetahuan dan pemahaman yang komprehensif tentang kesehatan reproduksi. Khsususnya bagi siswa yang memasuki fase remaja.
"Diharapkan pengetahuan yang diperoleh dapat membantu siswa untuk mengambil keputusan yang cerdas dan bertanggung jawab. Terkait dengan kesehatan reproduksi mereka sendiri," ujarnya, Jumat (22/9).
Mengingat urgensi yang tinggi, maka kegiatan edukasi semacam ini akan terus dilakukan secara rutin. Kerja sama dengan pihak Puskesmas Pleret dan KUA Pleret akan terus dijalin.
Program ini menunjukkan komitmen MTsN 6 Bantul dalam memberikan pendidikan yang holistik, yang tidak hanya mencakup aspek akademik. Namun juga aspek kehidupan yang sangat relevan bagi perkembangan siswa.
"Kesehatan reproduksi yang baik adalah salah satu fondasi penting untuk masa depan yang cerah dan berkelanjutan bagi para siswa khususnya bagi kelas VII MTsN 6 Bantul," ujarnya.
Edukasi kesehatan reproduksi dari sisi medis mendatangkan narasumber Emi Narimawati dari Puskesmas Pleret. Topiknya meliputi pencegahan penyakit menular seksual, perawatan pranikah, dan pentingnya konsultasi kesehatan.
Sedangkan edukasi kesehatan reproduksi dari segi agama diberikan oleh Hindun Zakiyah dari KUA Pleret. Topik menekankan relevansi kesehatan reproduksi dalam konteks nilai-nilai agama. Ajaran agama juga mendorong pentingnya memiliki kesadaran dalam menjaga kesehatan reproduksi. Dan pengetahuan membina hubungan yang sehat dalam pernikahan. (lan/pra)
Editor : Satria Pradika