Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pastikan Sumbu Filosofi Jogja Jadi Daya Tarik Dunia, Naikkan Kunjungan Wisata dan Sejahterakan Warga

Winda Atika Ira Puspita • Selasa, 19 September 2023 | 21:46 WIB
BAIK: Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana di Kompleks Kepatihan Selasa (19/9). (Winda Atika Ira P/Radar Jogja)
BAIK: Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana di Kompleks Kepatihan Selasa (19/9). (Winda Atika Ira P/Radar Jogja)

 

RADAR JOGJA - Penetapan kawasan Sumbu Filosofi Jogjakarta sebagai warisan dunia sah diteken oleh UNESCO Senin (18/9). Pasca penetapan ini, dipastikan akan menjadi daya tarik bagi masyarakat dunia. Praktis, akan berdampak mendatangkan wisatawan dan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana memastikan akan ada kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara ke Jogjakarta usai penetapan ini. Namun, prediksi kenaikan kunjungan ini belum dilakukan perhitungan.

"Belum kita belum lakukan perhitungan ya, tapi ini kalau target-target wisatawan itu sudah ada," katanya ditemui di Kompleks Kepatihan Selasa (19/9).

Huda menjelaskan wisatawan mancanegara akan merasa penasaran dengan penetapan ini. Maka dimungkinkan ada ketertarikan untuk mengetahui secara langsung seperti apa warisan dunia yang ditetapkan di Jogjakarta ini. Terlebih, kawasan dari Panggung Krapyak hingga Tugu Jogja itu penuh dengan filosofi.

"Nggalak mudah sama sekali, ya, proses ini menjelaskannya. Kemudian, ini kan filosofisnya seperti apa. Ini nggak mudah dan saya harap ini akan ada kunjungan wisatawan dari berbagai negara dan dari dalam negeri yang cukup banyak setelah peristiwa ini," ujarnya.

Menurut politisi PKS itu, penetapan ini sebagai satu langkah pasti semacam aksioma atau pernyataan yang dianggap benar tanpa memerlukan bukti atau penjelasan lebih lanjut. "Kalau ini ditetapkan sebagai warisan dunia itu hampir pasti ada ketertarikan warga dunia untuk datang ke Jogjakarta. Dan kalau wisatawan naik kita akan tahu sendiri apa akibat berikutnya," jelasnya.

Huda menyebut, imbas selanjutnya adalah bagi sektor ekonomi pariwisata dan kesejahteraan masyarakat Jogja dipastikan akan sangat besar. Sehingga, penetapan kawasan sumbu filosofi sebagai warisan budaya dunia ini dianggap tak sekedar momentum penetapan semata. Melainkan, dampak secara luas ke depan untuk kesejahteraan masyarakat.

"Alhamdulillah, untuk Jogjakarta sumbu filosofi ini tidak ada komplain dari negara yang lain dan langsung bisa ditetapkan artinya ini juga sesuatu yang menunjukkan kualitas dari sumbu filosofi ini sudah diakui betul oleh dunia," terangnya.

Huda mengapresiasi jajaran Pemprov DIY yang telah mempersiapkan menuju proses penetapan tersebut. Dia mengakui, upaya ini tak mudah dan membutuhkan usaha bertahun-tahun. Apalagi, proses penetapan berjalan lancar tak ada sanggahan dari negara-negara lain.

"Sebelumnya kan India dikomplain banyak negara. Kemudian proses di Jogjakarta, Indonesia, ini tidak ada komplain. Daya kira sangat bersyukur itu. Tidak semua negara ditetapkannya seperti ini dan prosesnya kita lihat sangat lancar, ya," tambahnya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#radar jogja #Huda Tri Yudiana #dprd diy #tugu jogja #sumbu filosofi Jogjakarta