RADAR JOGJA - Kapolda DIJ Irjen Pol Suwondo Nainggolan mengatakan, pariwisata merupakan sektor yang mampu menyumbangkan pendapatan terbesar kepada negara untuk kesejahteraan masyarakat. Itu dia sampaikan dalam kegiatan Jumat Curhat di Balai Kalurahan Maguwoharjo, Jumat (15/9).
Dalam kesempatan ini, kapolda sengaja mendengarkan curhatan para penggiat wisata Jogja. Setidaknya ada 130 orang penggiat wisata di DIJ menyampaikan keluh kesahnya dalam kegiatan ini. Kapolda didampingi Pejabat Utama Polda DIJ dan dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja dan Sleman. Lewat kegiatan ini diharapkan dapat memecahkan permasalahan sektor pariwisata. “Mari kita obrolkan bersama, mungkin ke depan kita bisa bangun wisata baru kemudian nanti kita carikan investor supaya makin banyak investor masuk ke Jogja,” ucapnya.
Bambang Kotil dari Asosiasi Jeep Lereng Merapi mengaku membutuhkan pendamping dari kepolisian. Menanggapi pertanyaan itu, Suwondo mengku akan menunjuk pendamping dari polda atau polres untuk memonitor aktivitas wisatawan terutama lava tour. Namun, dia juga tidak lupa mengingatkan terhadap pegiat wisata di Lereng Merapi agar mengutamakan keselamatan. “Sopir Jeep agar jangan ugal-ugalan, karena menyangkut keamanan bersama,” pesannya.
Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Nugroho Arianto menambahkan, permasalahan lain yang disampaikan adalah mengenai penurunan omzet PKL di Teras 2 Malioboro. Untuk mengatasinya, mantan Kapolresta Serang ini menyampaikan kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja akan menyampaikan permasalahan ini ke Walikota Jogja serta Dinas Koperasi dan UMKM selaku penanggung jawabnya.
Nugroho mengucapkan terima kasih kepada penggiat wisata yang turut membantu kepolisian dalam menjamin keamanan terutama dari sektor pariwisata. “Karena banyak wisatawan dari luar kota sehingga menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga kondisi fasilitas dari pariwisata di DIJ,” tegasnya. (rul/din).