Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Deteksi Dini Kesehatan Jiwa, Dinkes Kota Jogja Canangkan SSJ

Annissa Alfi Karin • Senin, 18 September 2023 | 16:45 WIB
PILOT PROJECT: Orientasi sekolah sehat jiwa yang dilaksanakan oleh warga sekolah yang ditunjuk sebagai pilot project beberapa waktu lalu.Dokumentasi Dinkes Kota Jogja
PILOT PROJECT: Orientasi sekolah sehat jiwa yang dilaksanakan oleh warga sekolah yang ditunjuk sebagai pilot project beberapa waktu lalu.Dokumentasi Dinkes Kota Jogja

 

RADAR JOGJA - Masalah kejiwaan bisa diderita oleh siapa saja dan dari kalangan mana saja. Termasuk bagi anak usia sekolah. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mencanangkan program Sekolah Sehat Jiwa (SSJ).
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2 PTM) Dinkes Kota Jogja Iva Kusdyarini menuturkan, program tersebut akan terintegrasi dengan kegiatan UKS.

Melalui program SSJ ini nantinya warga sekolah akan menerima penyuluhan, pelatihan, dan bimbingan kaitannya dengan masalah kejiwaan. Diharapkan nanti warga sekolah juga bisa melakukan intervensi dini untuk bisa merujuk ke puskesmas atau rumah sakit. "Ditetapkannya program SSJ merupakan upaya dalam pengelolaan kesehatan jiwa di sekolah," kata Iva Minggu (17/9/23).


Menurutnya, ada beberapa permasalahan yang kerap menimpa anak usia sekolah. Di antaranya perundungan, depresi, hingga mogok sekolah. Masalah lainnya yaitu mental retardasi, adiksi gadget, hingga kecemasan.
Dia menyebut, hingga saat ini telah ada beberapa sekolah yang menjadi pilot project SSJ. Di antaranya SMPN 3, SMPN 7, SMP Taman Dewasa Jetis, dan SMP Bopkri 3. Orientasi SSJ dilaksanakan pada 4-7 September lalu.


“Pada kegiatan orientasi SSJ ini para siswa melakukan praktik membuat video edukasi keswa (Kesehatan jiwa). Harapannya setelah pelatihan, warga sekolah mampu melakukan upaya promotif dan preventif masalah kesehatan jiwa di lingkungan sekolah,” ungkapnya.


Terpisah, Psikolog Puskesmas Gondokusuman 1 Inggit Kartika Sari menjelaskan, skrining kesehatan jiwa di tingkatan sekolah penting untuk dilakukan. Hingga saat ini, pihaknya juga berperan dalam mengawal deteksi dini kesehatan jiwa siswa sekolah yang ada di lingkungan Kemantren Godokusuman.


Dia menyebut upaya skrining kesehatan biasanya dilakukan bersama dengan skrining kesehatan fisik dalam kegiatan UKS. Apabila ada temuan, maka dirujuk pemeriksaan lanjutan di puskesmas. “Dari hasil skrining, nanti ketemu misalnya ada anak yang hiperaktif. Atau ada anak yang punya masalah emosional. Kalau hasil skrining di atas batas normal kami akan koordinasi dengan guru untuk dibawa ke puskesmas,” tandasnya. (isa/eno)

Editor : Satria Pradika
#dinkes #kesehatan jiwa