RADAR JOGJA - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jogja mendorong masyarakat untuk mengunduh Aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Ini merupakan produk Kementerian Dalam Negeri dalam digitalisasi identitas kependudukan.
Kepala Dinas Dukcapil Kota Jogja Septi Sri Rejeki menyebut pihaknya punya PR untuk memecahkan target IKD nasional sebanyak 25 persen dari total warga yang sudah ber-KTP elektronik. Target ini diharapkam bisa tercapai pada akhir tahun 2023. Namun, pada kenyataannya saat ini ketercapaian target baru 2,68 persen atau sebanyak 5.378 orang.
"Ini menjadi keprihatinan kita karena jumlah ini nantinya turun lagi ketika jumlah warga yang wajib ber-KTP elektronik naik," katanya saat jumpa pers di Balai Kota Jogja, Senin (11/9).
Septi menyebut pihaknya terus menggencarkan penggunaan IKD di tengah masyarakat. Bahkan, Dinas Dukcapil selalu memberikan fasilitas verifikasi IKD dalam setiap gelaran yang menghadirkan orang banyak. Misalnya, pada gelaran-gelaran OPD di lingkungan Balai Kota Jogja, kemantren, kelurahan, bahkan hingga pada gelaran kegiatan masyarakat di tingkat RT, RW, dasawisma, hingga karangtaruna. Selain itu, dia juga melakukan verifikasi IKD di sekolah dan universitas.
"Kita lakukan agar target kita 25 persen di akhir tahun bisa terpenuhi," tambahnya.
IKD, lanjutnya, penting untuk dimiliki oleh warga Kota Jogja. Melalui Aplikasi IKD, masyarakat dapat mengakses layanan adminduk dengan lebih mudah. Selain itu, sistem autentikasi yang ada dalam Aplikasi IKD juga memastikan data penggunanya tidak bocor. Beberapa output yang tersimpan di dalam IKD antara lain biodata, KK, surat keterangan kependudukan, NPWP, KTP, dan lainnya.
"Nantinya layanan publik yang sudah terintegrasi akan muncul di IKD, misalnya Imigrasi, maka akan mubcil paspor di IKD. Stasiun kami sudah mencoba, sudah bisa menggunakan IKD. Perbankan, sudah ada surat ke OJK dan perbankan di Indonesia. Selain itu juga BPJS, pelayanan di MPP digital, bandara, dan pelayanan Dinas Dukcapil tidak perlu lewat JSS tapi melalui IKD," jelasnya.
Sementara itu PJ Wali Kota Jogja Singgih Raharjo menyebut upaya jemput bola akan terus digencarkan. Ini guna mengejar ketercapaian target 25 persen warga pengakses IKD di Kota Jogja.
"Sekarang mau tidak mau kita menuju ke sebuah ekosistem baru yaitu sistem digital yang akan memudahkan masyarakat di Kota Jogja," ujarnya. (isa)
Editor : Amin Surachmad