RADAR JOGJA - Benteng Keraton Jogjakarta menjadi saksi perjalanan peradaban. Benteng itu tak hanya terdiri bangunan berupa tembok yang mengelilingi kompleks Keraton Jogja.
Di bagian luar benteng tersebut, dibangun jagang. Semacam parit yang lebar dan berisi air. Bahkan, diperkirakan lebar parit tersebut tidak dapat dilompatan kuda terbaik saat itu.
Pada sisi luar jagang, dibangun pagar. Terbuat dari batu bata dengan tinggi sekitar satu meter.
Baca Juga: Revitalisasi Beteng Bagian Dalam Keraton Jogja Ditarget Selesai Dua Tahun ke Depan, Anggarannya?
Selain itu, di sepanjang tepi pagar jagang ditanami pohon khusus. Yakni, pohon gayam.
Kini, kawasan benteng Keraton Jogja sedang direvitalisasi. Revitalisasi difokuskan pada bagian dalam benteng.
Revitalisasi nantinya akan dilakukan di luar benteng. Bangunan yang menempel luar benteng pun bakal direvitalisasi.
Baca Juga: Beteng Keraton Jogja Sebagai Fungsi Pertahanan, Harusnya Ada Jalan Sampai Dua Meter untuk Keliling
Paniradya Pati Paniradya Kaistimewaan Aris Eko Nugroho mengatakan, saat ini masih dihitung total anggaran dana keistimewaan yang dibutuhkan. Anggarannya belum bisa diperinci. Sebab, proses pembebasan lahan masih berjalan.
"Kalau anggaran totalnya berapa kita masih ada perhitungan sampai saat ini, masih ada proses untuk pembebasan," katanya ditemui di Kompleks Kepatihan Rabu (13/9).
Meski begitu, dia menegaskan, ada target revitalisasi yang dilakukan di beteng lor wetan itu. Dia menyebut, selama dua tahun ke depan proses revitalisasi diutamakan di bagian dalam beteng dulu bisa selesai.
Baca Juga: Meski Rada Gela, Warga Besar Hati Kembalikan Tanah ke Keraton Jogja Asal Ganti Untung Sesuai
"Semoga saja di dalam dua tahun ke depan yang bagian dalam sudah bisa kita selesaikan. Diutamakan bagian dalam (beteng), nanti kalau misalnya bagian luar bisa ya alhamdulillah," ujarnya.
Namun demikian, untuk menyelesaikan tahapan dalam beteng ini dinilai masih panjang. Ada tahapan-tahapan yang perlu dilakukan, seperti desain plengkung dan struktur-struktur lainnya.
Baca Juga: Benteng Baluwarti Keraton Jogja Dibangun Hamengku Buwono I, Ini Panjangnya
"Misalnya kalau kemudian plengkungnya mau yang seperti apa itu kan masih proses juga untuk pembicaraan-pembicaraan itu. Makanya kalau total anggaran kita masih ada proses," jelasnya.
Pada prinsipnya, Aris menyebut semua proses berjalan terutama berkaitan dengan masyarakat. Koordinasi dengan masyarakat terdampak ini juga masih terus dilakukan. "Dan disitu ada kesepakatan dengan warga berkaitan dengan misalnya sudah dilakukan pembayaran kapan, beliau pindah gitu sudah dilakukan," terangnya
Editor : Amin Surachmad