Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kota Jogja Dapat Kuota Tambahan ke TPA Piyungan, Semula 120 Ton Jadi 135 Ton

Annissa Alfi Karin • Rabu, 13 September 2023 | 01:29 WIB
TERLALU: Tumpukan sampah yang terjadi akibat masyatakat kesulitan membuang sampah. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
TERLALU: Tumpukan sampah yang terjadi akibat masyatakat kesulitan membuang sampah. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

 

RADAR JOGJA - Usai dibukanya TPA Piyungan, wilayah Kota Jogja, Sleman, dan Bantul (Kartamantul) mendapat tambahan kuota sampah. Semula, kawasan Kartamantul hanya bisa membuang sampah di TPA Piyungan sebanyak 180 ton perhari. Kini, ada tambahan kuota sampah hingga 350 ton per hari.

Penambahan kuota sampah itu sedikit banyak juga berpengaruh pada kuota sampah di Kota Jogja yang dibuang ke TPA Piyungan. Sub Koordinator Kelompok Substansi Penanganan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Mareta Hexa Sevana menyebut pada awal Agustus, Kota Jogja dapat kuota sampah sebanyak 100 ton. Sementara pada pertengahan Agustus kuota ditambah hingga 120 ton.

"Terakhir ini jadi 135 ton," katanya saat jumpa pers di Balai Kota Jogja, Selasa (12/9).

Mareta mengatakan, operasional TPA Piyungan adalah tiga hari buka dan satu hari tutup. Penambahan jumlah kuota sampah di Kota Jogja juga terbilang membantu, meski tak signifikan. Menurut Mareta, DLH Kota Jogja masih kewalahan dalam mengelola tumpukan sampah di depo. Namun, tambahan kuota sampah dipastikan mampu menampung sampah di lokasi-lokasi liar.

"Kalau yang di jalan-jalan, sampah liar, insyaallah bisa dieksekusi karena wajahnya Kota Jogja kita upayakan untuk bersih di situ," katanya.

Kini, pihaknya tengah mencari cara untuk mengalihkan sisa kuota sampah yang belum terpenuhi. DLH Kota Jogja masih mengkaji tempat lain yang bisa dikerjasamakan. Apalagi, Kabupaten Kulon Progo tak lagi memperpanjang izin pembuangan sampah sementara sejak pertengahan Agustus lalu.

"Kulon Progo sudah tidak. Di sana cuma dua pekan karena di sana sistemnya diperpanjang. Satu minggu kita harus mengajukan permohonan perpanjangan. Sampai mau pengajuan yang ketiga kita sudah tidak dapat izin. Jadi, tidak bisa membuang ke sana lagi. Sampai 11 Agustus. 12 Agustus sampai sekarang kita tidak punya sampah ke Kulon Progo," ungkapnya.

Senada dengan Mareta, Pj Wali Kota Jogja Singgih Raharjo mengatakan penambahan kuota sampah ini terbilang membantu membantu, meski tidak terlalu signifikan. Ini lantaran operasional TPA Piyungan yang juga tidak setiap hari dibuka. Pihaknya akan tetap terus memantau kondisi sampah di Kota Jogja.

"Tapi kita berharap sebelum kita mempunyai solusi penanganan sampah secara mandiri di Kota Jogja, kita tetap diberikan kesempatan untuk ke Piyungan sehingga kondisinya akan lebih mandali," ujar Singgih. (isa) 

Editor : Amin Surachmad
#dinas lingkungan hidup #radar jogja #TPA Piyungan