Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kuota Sampah ke TPST Piyungan Ditambah Jadi 350 Ton, DLHK Bakal Launching Desa Mandiri Kelola Sampah

Winda Atika Ira Puspita • Senin, 11 September 2023 | 21:38 WIB
BENAHI: Suasana TPST Piyungan di Kabupaten Bantul beberapa waktu lalu. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
BENAHI: Suasana TPST Piyungan di Kabupaten Bantul beberapa waktu lalu. (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

RADAR JOGJA - Kuota sampah yang masuk ke TPST Piyungan ditambah usai dibuka setelah 5 September lalu. Dari 180 ton kuota yang dibatasi sebelumnya, saat ini menjadi 350 ton per hari sampah yang bisa masuk untuk distribusi dari wilayah Kartamantul yakni Jogjakarta, Sleman dan Bantul.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kuncoro Cahyo Aji mengatakan, penambahan itu melihat kondisi eksisting lahan transisi 1 saat ini. Maka memungkinkan untuk menambah kuota menjadi 350 ton per hari sampah yang masuk.

"Bukan penambahan tapi masih memungkinkan untuk ditambah sedikit. Dari 180 jadi sekitar 350 ton lah, itu juga karena kondisi di sana labil ya jadi soksok munggah sok midun (kadang sampah kondisinya naik dan turun)," katanya kemarin (11/9).

Kuncoro menjelaskan yang berbeda hanya kuota sampah yang masuk. Sementara untuk operasionalnya masih sama yakni menggunakan skema tiga hari buka dan satu hari tutup.

"Semoga nanti bisa tertata lebih baik. Tetapi pada prinsipnya adalah kebijakan bapak gubernur, trus sudah ada desentralisasi mulai tahun 2024," ujarnya.

Namun demikian, DLH menyiapkan langkah jangka panjang untuk mensikapi kondisi permasalahan sampah di Jogjakarta ini. Desentralisasi masih terus digencarkan di wilayah masing-masing dari hulu. Pun instansi ini dalam waktu dekat akan mewujudkan 10 desa percontohan kelola sampah mandiri.

Launching pertama akan diawali sebagai pilot project di desa Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman pada 14 September mendatang. Ada bantuan CSR Astra Internasional senilai Rp 1,5 miliar untuk mengawali desa sampah selesai di tingkat kalurahan. 

"Pilot project non APBD karena itu dari CSR Astra. Pengolahannya nanti hampir sama dengan Panggungharjo 3R. Sekarang harus itu soalnya, jadi nanti kalau Bantul ada Panggungharjo, Sleman ada di Sardonoharjo," jelasnya.

Adapun, menyikapi sampah yang berserakan di pinggir jalan di Kota Jogja Kuncoro menyebut semestinya kota bisa mengoptimalkan TPS3R Nitikan untuk menangani fenomena sampah yang tak terbuang ke TPST Piyungan tersebut. Upaya pemilahan tetap harus dilakukan saat ini, ini diklaim menjadi langkah tepat.

"Saya tetap berharap bahwa jangan ditumpuk di jalan lah dipilah. Tetap dipiliah mau tidak mau harus pilah, dari hulu itu adalah langkah paling tepat. Dan itu nanti mungkin menjadi ciri khas istimewa Jogjakarta tidak ada TPA regional kan masyarakatnya peduli kepada lingkungan tetap harus dipilah. Ojo voli sampah," tambahnya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#radar jogja #TPST Piyugan #keistimewaan jogjakarta