JOGJA - Roni Hendramawan, seorang difabel penyintas polio asal Kampung Pajeksan, Kota Jogja, menjadi salah seorang warga yang mendapat bantuan UMKM dari Baznas Kota Jogja. Dia mendapat santunan berupa gerobak motor sebagai sarana berdagang, sembako, dan bantuan modal usaha sebesar Rp 500 ribu dari.
Bantuan ini diserahkan secara langsung oleh Pj Wali Kota Jogja Singgih Raharjo bersama Baznas dan jajaran pemangku wilayah.
Singgih menyebut, peralatan berdagang milik Roni sebelumnya terbilang minim. Sarana yang dipunyai juga belum mendukung aktivitas Roni saat berjualan keliling.
"Ini adalah bentuk perhatian kita khususnya untuk masyarakat disabilitas Kota Jogja, yang memang memerlukan bantuan dan mereka punya semangat yang luar biasa untuk berkarya," kata Singgih saat ditemui di RT 32 RW 08 Kampung Pajeksan, Sosromenduran, Kota Jogja, Selasa (29/8).
Keterbatasan yang dimiliki Roni pada kakinya itu tak lantas menjadikannya pasrah pada keadaan. Dengan gigih, dia terus berusaha mencari rezeki untuk menghidupi istri dan anaknya.
Terhitung sejak 2010, Roni mulai berdagang ikan hias. Dia berkeliling dari satu sekolah ke sekolah lain. Ini lantaran kebanyakan pembelinya merupakan anak sekolah.
"Dulu jualan hanya pakai kayu dirakit sendiri yang dicantolkan di motor. Keliling dari TK ABA Kauman, SD Kauman, Lempuyangan," kata Roni.
Dalam sehari, pendapatan yang dia terima tak menentu. Rata-rata, pendapatan kotornya sebesar Rp 100 ribu. Itu pun harus dia pakai kembali untuk modal. Dalam sehari, dia mendapat Rp 40 ribu.
Seramai-ramainya, Roni mampu mengumpulkan uang hingga Rp 150 ribu perhari. "Akhirnya saya sambat dengan Basnaz, saya ingin jualan makanan. Lalu, dari Basnaz mau membantu," tambahnya.
Dari berjualan ikan hias, Roni punya keinginan untuk banting setir jualan kuliner. Mulai dari ayam krispi, tahu krispi, corn dog, hingga pangsit goreng. Konsepnya sama, Roni akan berkeliling dari satu sekolah ke sekolah lain. Atau dari satu tempat ke tempat lain.
Bapak satu anak ini mengaku sangat antusias dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan Basnaz kepadanya. Menurutnya, bantuan ini sangat berarti dalam meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
"Kuliner sepertinya lebih berprospek. Kalau makanan bisa pagi sampai malam. Kalau ikan terbatas, hanya untuk anak kecil sampai SD saja. Kalau makanan, semua segmen bisa. Jadi, bisa lebih luas mencarinya. Bisa sampai malam," katanya.
Bekerja di jalanan menjadikannya khawatir jatuh atau tertabrak kendaraan lainnya. Bahkan, sebelum mendapatkan bantuan dari Baznas ini, dia pernah terjatuh dari motor.
Untuk itu, dia berharap bantuan yang dia terima ini bisa lebih memudahkannya dalam mencari rezeki.
"Kekhawatirannya biasanya macet lalu jatuh. Dulu pernah saat pakai Supra itu. Alhamdulillah setelah pakai motor matic aman-aman saja. Kalau jalanan ramai, saya memilih minggir. Takutnya nanti menyenggol mobil atau kendaraan lain," ungkapnya. (isa)
Editor : Amin Surachmad