Foto : Dokumentasi Pemkot Jogja
JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja tengah fokus menyelesaikan persoalan sampah di tingkat hulu. Masyarakat diminta untuk mengolah sampahnya secara mandiri dimulai dari tingkat rumah tangga.
Selain itu, Pemkot Jogja juga mengoptimalkan pengolahan sampah secara komunal. Seperti pengolahan sampah yang dilakukan di Rusunawa Bener.
Pj Wali Kota Jogja Singgih Raharjo menyebut, pengolahan sampah di Rusunawa Bener bisa menjadi contoh. Setidaknya, bagi rusunawa lainnya atau pada skala perumahan.
“Pengelola Rusunawa Bener telah membuat tempat pengelolaan sampah mandiri untuk memilah dan mengolah sampah dari penghuni rusunawa. Semoga ini bisa dicontoh oleh rusunawa yang lain. Bagaimana memilah dan mengolah sampah di Rusunawa supaya tidak menyumbang jumlah sampah yang berada di luar rusunawa,” katanya, Senin (21/8).
Singgih menuturkan, pengelola Rusunawa Bener telah melakukan pemilahan sampah. Sampah organik diolah dengan cara komposter. Sementara sampah anorganik dijual untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah. Sedangkan, sampah-sampah residu dibawa ke Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja untuk diolah lebih lanjut.
“Yang penting utama adalah pemilahan terlebih dahulu sampah organik dan anorganik. Di Rusunawa Bener sudah berjalan. Ini salah satu contoh bagi semua Rusunawa. Ini bisa dicontoh juga kalau diimplementasikan di perumahan satu kompleks,” tambahnya.
Plt Kepala Unit Pelaksana Teknis Rusunawa Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Jogja Suko Darmanto menuturkan, hingga saat ini pengelolaan sampah selalu dilakukan di dalam lingkungan rusunawa. Dari 2 unit tower, Rusunawa Bener memiliki 40 kamar pada masing-masing tower.
Dia menilai sampah yang dihasilkan dari rusunawa terbilang tidaki banyak. Ini lantaran sebagian besar penghuni tidak banyak yang melakukan aktivitas memasak untuk memenuhi kebutuhan makan.
Dia menambahkan pengelola bersama paguyuban penghuni Rusunawa Bener sejak awal telah menjalin kesepakatan untuk bersama-sama menjaga kebersihan. Termasuk, imbauan bagi para penghuni untuk membawa sampah turun ke tempat yang disediakan dan dipilah.
“Kami sampaikan dari awal bahwa sampah jangan ditaruh di atas, tapi turun ke bawah saja sudah kita sediakan. Jadi, hunian tetap tidak ada bau. Terus kita koordinasikan karena kami dengan teman-teman penghuni sudah sepakat supaya sama-sama menjaga kebersihan,” ujarnya. (isa)
Editor : Amin Surachmad