JOGJA - Pasar Prawirotaman menyandang predikat pasar terbersih di Kota Jogja usai memenangkan lomba kebersihan pasar rakyat se-Kota Jogja beberapa waktu lalu. Perlombaan ini digelar oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja.
Kepala Disdag Kota Jogja Veronica Ambar Ismuwardani menjelaskan, lomba kebersihan pasar rakyat digelar untuk menciptakan ekosistem pasar rakyat yang bersih, indah, rapi, dan nyaman.
Ini juga sejalan dengan Gerakan Zero Sampah Anorganik (GZSA) yang digencarkan oleh Pemkot Jogja. Diharapkan pedagang maupun pembeli di pasar-pasar rakyat dapat memilah sampah serta berkontribusi aktif dalam upaya pengurangan sampah di Kota Jogja.
"Lomba kebersihan pasar rakyat ini menjadi media sosialisasi pengelolaan sampah dan untuk membentuk mindset mengolah sampah dengan baik," kata Ambar, Jumat (18/8).
Dia menambahkan, indikator penilaian ditentukan oleh tim juri. Diantaranya meliputi kebersihan, keindahan, dan kenyamanan. Di dalamnya terdiri dari penilaian area pasar, pengelolaan pasar, dan keberadaan pedagang kaki lima.
Ada juga penilaian terkait ruang terbuka hijau, pengelolaan air limbah, dan drainase. Selain itu, hal yang paling utama adalah penilaian soal pengelolaan sampah.
Ambar menyebut, pasar terbersih kedua setelah Pasar Prawirotaman adalah Pasar Pasty dan ketiga adalah Pasar Pingit. Masing-masing pasar mendapatkan hadiah penghargaan berupa uang pembinaan dan tropi.
"Saya rasa perlombaan ini cukup adil karena juri dari perlombaan ini bersifat independen yang bersalah dari perwakilan Dinkes, DLH, Paguyuban Bank Sampah DIY, Paguyuban Bank Sampah Kota Jogja, dan LSM Lestari," ujar Ambar.
Sementara itu, Ambar menambahkan produksi sampah di seluruh pasar di Kota Jogja mencapai 26-30 ton perhari. Jumlah ini berkurang menjadi 17 ton perhari usai adanya GZSA. Dia juga memastikan, semua pasar kini telah memiliki biopori untuk pengolahan sampah organik.
SaBaca Juga: Momentum HUT ke-78 RI, Minimalisasi Peningkatan Sampah
"Kita biopori target 70 biopori dengan berbagai keluasan dan besaran. Mulai dari reguler kapasitas 4,5 ton. Kemudian 450 kg sampai yang besar di Pasty itu satu ton. Ada 4 titik di Pasty yang bisa kita isi volume nya satu ton. Jadi, ada 4 ton nanti yang kita siapkan di sana dengan program Mbah Dirjo," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Jogja Aman Yuriadijaya menyebut pihaknya telah berhasil menurunkan produksi sampah hingga 30 persen hingga akhir semester satu 2023. Pencapaian ini merupakan buah dari gencarnya gerakan Mengolah Sampah dan Limbah dengan Biopori Ala Jogja (Mbah Dirjo). Menurutnya, pengunjung dan pedagang pasar turut memegang peranan penting dalam mengurangi sampah di Kota Jogja.
"Saya yakin pasar sangat berperan penting dalam mengurangi produksi sampah. Untuk itu, saya berpesan kepada seluruh pedagang di pasar untuk selalu berkomitmen dalam mengelola sampah dan meminimalisir produksi sampah di pasar," imbaunya. (isa)
Editor : Amin Surachmad