RADAR JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja meluncurkan vaksin Rotavirus, Selasa (15/8/23). Vaksin ini diberikan pada bayi untuk mencegah terjadinya penyakit diare akut. Vaksinasi ini akan menyasar pada 899 bayi berusia 2-4 bulan.
Kepala Dinkes Kota Jogja Emma Rahmi Aryani menuturkan vaksinasi Rotavirus ini penting untuk dilakukan. Ini lantaran terjadi peningkatan angka kasus diare akut pada anak di Kota Jogja. Dia menyebut, pada 2021 mencapai 500-an kasus. Sementara pada 2022 meningkat hingga mencapai 900-an kasus. Dikatakannya, diare akut lebih dari 90 persen menyebabkan kematian. Sehingga harapanya dengan adanya vaksinasi atau imunisasi Rotavirus ini sedini mungkin sudah dicegah. “Walaupun sebenarnya imunisasi itu juga tidak terus tidak terkena, tapi kalau terkena ringan," jelasnya usai peluncuran vaksin Rotavirus, Selasa (15/8/23).
Emma menambahkan, penyakit diare akut rentan terkena pada bayi. Hal ini lantaran biasanya bayi sering menggigit jari atau benda-benda di sekitarnya. Padahal belum tentu orang tua bisa memastikan benda yang masuk ke dalam mulut bayi itu dalam keadaan bersih. Belum lagi usai Pandemi Covid-19 ini mereda, masyarakat cenderung abai pada penerapan prokes.
Dengan selesainya pandemi Covid-19 ini juga masyarakat sudah disiplinnya agak longgar. Kalau dulu mesti kan cuci tangan, pakai masker. Kalau sekarang ada yang sudah tidak memakai masker, cuci tangan juga sudah kendor. Padahal, dulu ke mana-mana membawa hand sanitizer. “Kita gaungkan terus untuk disiplin prokes dilakukan," jelasnya.
Dia memastikan vaksin Rotavirus tak memberikan efek samping pada bayi. Vaksin yang diberikan juga dalam bentuk cairan tetes yang memiliki rasa manis. Emma mengimbau masyarakat yang memiliki bayi untuk segera mengakses vaksin Rotavirus di Puskesmas terdekat. Semua 18 Puskesmas melayani pemberian vaksinasi Rotavirus. Gratis kalau di Puskesmas. “Kalau di dokter praktik swasta mungkin vaksinnya gratis, tapi ada jasa layanannya," imbaunya.
Sementara itu, seorang ibu warga Tegalrejo Kota Jogja, Nungki Barokah turut membawa serta anak keduanya untuk menerima vaksin Rotavirus. Nungki mengaku senang dan terbantu. Sebagai ibu muda dia kerap kebingungan soal vaksinasi yang harus diberikan pada anaknya yang baru berusia dua bulan itu."Kalau menurut saya bagus ya karena kan untuk orang tua muda kan tidak mengerti imunisasinya apa saja. Apalagi Rotavirus itu sebelum ada dari pemerintah harus ke rumah sakit. Kadang orang tuda tidak peduli cari yang gratis saja. Karena sekarang gratis, sangat membantu sekali," ungkapnya.
Nungki mengaku anak pertamanya juga telah dia beri vaksin Rotavirus. Saat itu, Nungki mengakses lewat dokter swasta lantaran vaksin Rotavirus belum tersedia di Puskesmas. Alhasil, dia harus merogoh kocek hingga jutaan rupiah. Ada kekhawatiran tersendiri bagi Nungki jika tidak memberikan anaknya vaksin Rotavirus. Dia khawatir sang anak mengalami diare akut. (isa/din)
Editor : Satria Pradika