JOGJA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memiliki peranan penting di sektor pariwisata. Ini karena BMKG berperan memberikan prakiraan cuaca dan memberikan informasi soal keamanan berwisata baik di darat, laut, maupun udara.
Kepala Stasiun Meteorologi DIY Warjono menyebut, BMKG memberikan informasi soal keamanan penerbangan. Utamanya terkait dengan cuaca buruk yang dikhawatirkan bisa membahayakan aktivitas penerbangan. Informasi ini bahkan bisa diketahui dua jam sebelum penerbangan dimulai.
"Dua jam sebelum terbang sudah melihat kondisi cuaca di Jogjakarta seperti apa. Kemudian, saat terbang menuju Jogja, sampai tiba di Jogja. Jadi, kami melayani itu supaya selamat sampai di Jogja," ujarnya saat memberikan paparan di Taman Pintar, Selasa (15/8).
Selain di udara, BMKG juga berperan dalam memberikan informasi terkini berkaitan dengan keamanan berwisata di laut. Warjono menuturkan, sebagai rujukan wisata Jogjakarta punya berbagai destinasi pantai. Sebelum mendatangi pantai tujuan, wisatawan bisa memastikan kondisi cuaca melalui laman Info BMKG.
Di sana, akan ada informasi berkaitan dengan data tinggi gelombang laut hingga waktu perkiraan terjadinya gelombang tinggi. Termasuk informasi berkaitan dengan wilayah-wilayah yang harus dihindari lantaran adanya potensi gelombang tinggi laut.
"Kita boleh berwisata di laut dengan mematuhi peraturan yang sudah ditentukan oleh pengelola laut dengan kita (BMKG). Kami memberikan informasi cuaca dan gelombang tinggi laut. Ketika gelombang tinggi di bulan-bulan Juni sampai September itu adalah puncak gelombang tinggi di Pantai Selatan," katanya.
Warjono mengatakan, pihaknya juga mengeluarkan prakiraan cuaca ekstrem di darat. Misalnya, soal potensi hujan deras, angin kencang, hingga petir. Cuaca ekstrem ini dikhawatirkan mengganggu kenyamanan wisatawan saat berwisata di Jogjakarta. Untuk itu, prakiraan cuaca bisa diakses bahkan 2-3 hari hingga dua jam sebelumnya.
"Ketika akan datang cuaca ekstrem, kita akan memberikan info ke tempat tersebut bahwa ada cuaca yang berpotensi. Misalnya, hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Dua jam sebelumnya, kami bisa berikan informasi di situ supaya bisa dilakukan mitigasi," jelasnya.
Sementara itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut Jogjakarta menjadi provinsi yang paling siap dengan mitigasi bencana. Salah satunya, ditunjukkan dengan sistem peringatan dini bencana yang cukup handal. Letaknya di Yogyakarta International Airport. Teknologi ini menjadi satu-satunya di Indonesia, bahkan di Asean.
"Bandara lainnya juga sebetulnya sama-sana rawannya. Istimewanya di sini lebih disiapkan termasuk di sini SDM-nya termasuk bagaimana memitigasi gempa, tsunami, SDM-nya relatif lebih siap," ujarnya.
Dia menambahkan, SDM di Jogjakarta bahkan turut dikirim ke beberapa provinsi lainnya. Sehingga, bisa menyerap ilmu soal sistem peringatan dini tsunami.
"Bahkan kami ada program mengirimkan SDM yang sudah siap ini ke provinsi lain di Indonesia untuk menularkan pengalamannya terutama untuk meningkatkan sistem peringatan dini tsunami itu, pemeliharaan sistem, kita minta bantuan SDM yang ada di DIY," ungkapnya. (isa)
Editor : Amin Surachmad