RADAR JOGJA - Maestro Seni lukis Indonesia Djoko Pekik meninggal dunia pada usia 86 tahun di Jogja, Sabtu (12/8/2023). Pelukis 'Berburu Celeng' yang disebut laku 1 miliar itu dimakamkan pada Minggu (13/8/2023) di Pemakaman Seniman Imogiri Bantul.
Selama hidup, Djoko Pekik terkenal dengan lukisan dengan tema kerakyatan. Lukisannya banyak mengutarakan nasib rakyat kecil. Tak sedikit juga sarkas dan kritik terhadap pemerintah.
Saat pandemi Covid-19, Djoko Pekik melahirkan karya yang menginsyaratkan pernyataan eksistensial. Berbeda dengan periode sebelum pandemi yang menyatakan sikap dan pernyataan politik, kekuasaaan, dan kesejahteraan rakyat.
Djoko Pekik sempat menggelar pameran tunggal bertajuk 'Gelombang Masker' di Betara Budaya Yogyakarta (BBY) setahun lalu. Tepatnya pada 27 hingga 31 Maret 2022, dengan menghadirkan 23 lukisan yang ia buat selama pandemi Covid-19.
Pada acara pembukaan pameran, Djoko Pekik mengaku kecintaannya terhadap seni tidak pernah pudar. Saat melukis, Pekik seperti kesurupan dan hasrat melukisnya tak bisa dibendung.
"Saya sudah tua, umur 85, tua saja tua bangka. Membungkuk-bungkuk jalan saya. Tapi kalau melihat kanvas putih kosong, langsung bisa berdiri dan kanvas saya sabet dengan kuat," ujarnya pada pembukaan pameran.
Meski mengaku sudah tua, Djoko Pekik tetap produktif. Saat pandemi Covid-19, banyak waktu luang dan digunakan untuk berkarya. Djoko Pekik memiliki kormobid dan tetap patuh di rumah saja karena kondisi pandemi.
"Siapa yang enggak takut, apalagi bagi orang tua, sudah punya penyakit gula, sudah 85. Pastilah gemetar. Dalam keadaan gemetar itu, saya melukis," jelasnya.
Pameran bertajuk 'Gelombang Masker' diambil dari karya lukis Djoko Pekik dengan judul yang sama. Lukisan tersebut dibuat tahun 2020 di atas kanvas berukuran 150x240 cm.
Lukisan memperlihatkan manusia datang berbondong-bondong mengerumuni ribuan masker yang ditumpuk di atas mobil boks terbuka. Menyiratkan betapa susahnya mencari masker pada awal pandemi Covid-19 di Indonesia.
Sedangkan lukisan lainnya didominasi tema pantai Parangtritis dan potret diri Djoko Pekik. Lukisan berjudul 'Megatruh' juga menarik perhatian. Lukisan menggambarkan sepasang suami istri yang tengah bersetubuh di tengah padang rumput. Menyiratkan gairah terhadap hidup.
Pembukaan pameran berlangsung meriah dengan dihadiri keluarga, rekan, dan kolektor seni. Pembukaan pameran seakan menjadi reuni dan temu kangen karena selama ini terhalang oleh pandemi Covid-19. (lan).
Editor : Amin Surachmad