RADAR JOGJA - Menko PMK Muhadjir Effendy menyebut kelaparan yang terjadi di 3 kecamatan di Papua Tengah sudah tertangani. Ketiganya yaitu Distrik Agundugume, Lambewi, dan Oneri.
Sebelumnya Muhadjir mencatat adanya warga yang meninggal dunia lantaran mengonsumsi umbi-umbian yang telah membusuk. Pembusukan terjadi karena umbi yang menjadi makanan pokok masyarakat setempat itu terkena es dan terpapar suhu dingin. Beberapa di antaranya mengalami diare. Bahkan, hingga meninggal dunia.
Muhadjir mengatakan, warga terpaksa mengonsumsi umbi busuk lantaran tak ada lagi bahan makanan yang bisa dimakan.
Meski demikian, dia memastikan persoalan kelaparan di Papua Tengah itu kini telah teratasi. Bahan makanan untuk tiga hari ke depan juga dipastikan aman. Seluruhnya di tempatkan di Distrik Agundugume, bandara terdekat dari ketiga distrik tersebut.
"Sebagian juga ditempaykan di Bandara Sinak, itu distrik yang berdekatan," katanya saat ditemui di SM Tower and Convention, Ngampilan, Kota Jogja, Jumat (11/8).
Dia menyebut pihaknya akan melakukan perpanjangan runway Bandara Sinak. Hal ini lantaran bahan makanan membutuhkan dua hari dua malam lagi untuk dibawa ke lokasi tujuan.
Perpanjangan runway bandara ini juga akan berguna untuk mengangkut bahan material infrastruktur. Menurutnya, Bandara Sinak terbilang strategis karena bisa menjangkau beberapa distrik di sekitarnya.
"Sehingga nanti kalau bandara ini sudah bisa dilewarti pesawat-pesawat besar itu kita akan mulai pembangunan infrastruktur darat. Karena kalau suruh mengandalkan udara terus biayanya mahal sekali. Sekali angkut tidak sampai dua ton itu Rp 35 juta sehingga kadang yang akan diangkut dengan biaya transportnya lebih mahal transportnya," ungkapnya.
Pihaknya kini tengah menyiapkan gudang logistik. BNPB juga kini tengah bergerak cepat. Selain itu, dia juga akan melakukan kajian. Kaitannya dengan umbi-umbian yang tahan dengan suhu dingin dan tak mudah busuk.
"Jadi yang sangat mematikan dan membikin busuk tanaman umbi-umbian yang sebagai makanan pokok mereka itu kabut es, dan nanti kita cari. Saya mendapat informasi ada tanaman tertentu yang sekarang sudah digunakan di pegunungan Dieng," ujarnya. (isa)
Editor : Amin Surachmad