Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pembakaran Sampah Jadi Pemicu Paling Banyak Kasus Kebakaran di Kota Jogja

Annissa Alfi Karin • Jumat, 11 Agustus 2023 | 15:45 WIB
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja mencatat telah terjadi delapan peristiwa kebakaran
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja mencatat telah terjadi delapan peristiwa kebakaran

RADAR JOGJA - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja mencatat telah terjadi delapan peristiwa kebakaran sepanjang Juli lalu. Sementara belum sampai pertengahan Agustus ini telah terjadi tiga kali.


Kabid Operasional Penanggulangan Kebakaran Dinas Damkarmat Kota Jogja Rudi Firdaus menyebut ketiga kejadian kebakaran selama Agustus ini terjadi di Umbulharjo 2 kali dan Mantrijeron satu kali. Menurutnya, kebanyakan kasus berawal dari pembakaran sampah yang dilakukan oleh warga. Padahal, Pemkot Jogja telah menerbitkan Perwal yang telah mengatur larangan pembakaran sampah. "Yang kami antisipasi pertama tentu pemicunya dari api pembakaran sampah. Kami koordinasikan dengan wilayah agar masyarakat tidak membakar sampah,’’ tegasnya, Kamis (10/8/23).


Diakuinya, di satu sisi membakar sampah kerap kali menjadi solusi yang cepat bagi masyarakat untuk menghilangkan sampah. Namun, di sisi lain membakar sampah di tengah musim kemarau seperti saat ini berisiko menimbulkan dampak yang fatal.


Apalagi, kebanyakan kasus kebakaran yang dia temui terjadi akibat pembakar sampah meninggalkan tempat begitu saja usai melakukan pembakaran sampah. Dikhawatirkan api bisa sama menjalar ke sekelilingnya hingga menyebabkan dampak yang lebih luas lagi. Mayoritas karena human error itu. Warga melakukan pembakaran sampah, kemudian ditinggal. Padahal di musim kemarau panjang ini harus lebih waspada karena anginnya jadi lebih kencang. “Ketika terjadi kebakaran di sebuah lahan, api akan cepat sekali menyebarnya," jelasnya.


Rudi tak menampik sulit untuk melarang warga agar tak membakar sampah. Untuk itu, jika membakar sampah menjadi cara terakhir yang bisa dilakukan, maka dia mengimbau pembakaran sampah biaa dilakukan di tempat aman. Pastikan lokasi dibakarnya sampah itu steril. Jauh dari bahan-bahan di sekitarnya yang mudah terbakar. “Jadi, api tidak merembet. Kenudian yang paling penting jangan ditinggal,” pesannya.


Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja Nurcahyo Nugroho mengimbau masyarakat untuk mematuhi Perwal. Jika terpaksa harus membakar sampah, dia juga meminta untuk dibakar di tempat yang aman. Lokasi pembakaran sampah itu jauh dari bahan-bahan di sekitarnya yang mudah terbakar. “Sehingga api tidak merembet, serta dijaga sampai api benar-benar padam dan didinginkan dengan air," imbaunya. (isa/din)

Editor : Satria Pradika
#pembakaran sampah #Damkarmat