Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dukung Malioboro Rendah Emisi, Trans Jogja Dikonversi ke Bus Listrik

Guntur Aga Tirtana • Minggu, 6 Agustus 2023 | 18:07 WIB
DIMINATI: Bus Trans Jogja jalur Palbapang-Malioboro melintas di Jalan Bantul, Tirtonirmolo, Kasihan.
DIMINATI: Bus Trans Jogja jalur Palbapang-Malioboro melintas di Jalan Bantul, Tirtonirmolo, Kasihan.

RADAR JOGJA - Pengembangan Malioboro sebagai zona rendah emisi 2025 mendatang, membawa konsekuensi trayek di kawasan tersebut. Selain becak listrik, bus Trans Jogja juga akan dikonversikan ke elektrifikasi bus listrik. Rencana ini masih dalam kajian dan studi kelayakan tahun ini.

Plt Kepala Dinas Perhubungan DIJ Sumariyoto mengatakan, angkutan umum bus Trans Jogja yang juga memiliki trayek di kawasan Malioboro akan dikonversikan ke elektrifikasi bus listrik. Di tahun 2025 diharapkan penumpang bisa dilayani dengan bus listrik.

"Di tahun ini kita baru studi untuk kelayakannya, kemudian nanti didetailkan tahun 2024. Nanti 2025 berharap itu bisa beroperasi," katanya Minggu (6/8/23).

Sumariyoto menjelaskan sebagai persiapan menuju ke sana sebagai uji percontohan, desain awal akan diwujudkan 6 unit bus listrik yang menghubungkan antara kawasan Kridosono, Malioboro, Ngabean. Perkiraan anggaran per unit bus listrik itu  berkisar Rp 3,2 miliar. "Jadi nanti hanya melayani disitu saja," ujarnya.

Sedangkan, alat transportasi umum lainnya seperti becak bertenaga alternatif sedang dalam proses lelang untuk diproduksi. Saat ini Pemprov DIDIY sudah menganggarkan 38 unit becak bertenaga alternatif.

 “Kami sudah kumpulkan para pelaku becak difasilitasi Dinas Koperasi dan harapannya di tahun ini lembaga itu (anggota pembecak motor) sudah terbentuk,” jelasnya.

Dia menyebut, secara bertahap akan dipenuhi seluruhnya sekitar 400-an unit jika tidak ada percepatan tahun 2027 bisa terpenuhi. Namun, jika ada percepatan tahun ditargetkan 2025 terpenuhi.

"Tidak hanya becak motor, becak kayuh pun kita berharap dikelola satu lembaga berbadan hukum, jadi manakala ada batuan atau pendampingan dari pemerintah bisa melalui badan hukum yang sudah ada," tambahnya.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menambahkan, pada prinsipnya akan mendukung dari sisi transportasi dalam perwujudan low emission zone Malioboro. Dukungan yang disentuh melalui angkutan umum dan kendaraan tradisional yang dikoneversikan ke transportasi listrik.

"Jadi kesiapan-kesiapan itu secara teknis sudah kami lakukan termasuk analisis kajian dan lain-lain. Kita baru uji coba tapi sifatnya by proses masih ada koordinasi untuk ini (konversi ke listrik)," imbuhnya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#Pemprov DIY #Becak Listrik #kawasan malioboro #bus listrik